Berita

Foto: Gedung Biru Korea Selatan

Dunia

Teguh Santosa: Tanda ke Arah Perdamaian di Korea Semakin Dekat

SELASA, 06 MARET 2018 | 09:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Tanda-tanda ke arah perdamaian di Semenanjung Korea semakin dekat. Pertemuan pemimpin tertinggi Republik Rakyat Demokratik Korea Kim Jong Un dengan utusan khusus Presiden Republik Korea Moon Jae-in bagai hujan turun di musim panas yang panjang.

Begitu disampaikan Sekjen Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Korea Utara, Teguh Santosa, menyikapi pembicaraan damai di ibukota Korea Utara, Pyongyang. Dalam pembicaraan itu, utusan khusus Presiden Korsel Moon Jaein yang dipimpin Kepala Keamanan Nasional Chung Eui-yong.

"Sudah beberapa bulan terakhir ini dunia mengkhawatirkan situasi di Semenanjung Korea akan memburuk. Pertemuan antara Kim Jong Un dan utusan khusus Presiden Moon Jae-in memperbesar harapan semoga perdamaian bisa segera terwujud di Semenanjung Korea," ujar Teguh Santosa, Selasa (6/3).


Teguh mengatakan, sejak awal dirinya sudah memperkirakan bahwa ketegangan di Semenanjung Korea akan mereda di era pemerintahan Moon Jae-in. Namun, situasi di Semenanjung Korea sempat terganggu oleh provokasi pihak lain, dalam hal ini Presiden Amerika Serikat Donald J. Trump dan beberapa anasir eksternal yang kelihatannya ingin mempertahankan ketegangan bertahan di Semenanjung Korea.

Merujuk catatan sejarah pembicaraan damai kedua Korea pasca Perang Korea 1950-1953, Teguh mengatakan, ini bukan kali pertama pemimpin Korea Utara menerima pejabat tinggi Korea Selatan.

Di tahun 2000 pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Il bertemu Presiden Korea Selatan Kim Dae-jung di Pyongyang. Begitu juga di tahun 2007 giliran pengganti Kim Dae-jung, Presiden Roh Moo-hyun yang bertemu dengan Kim Jong Il, juga di Pyongyang.

"Semoga pertemuan yang terjadi sejak kemarin dan hari ini akan segera disusul dengan pertemuan antara Kim Jong Un dan Moon Jae-in," sambung Teguh yang juga dosen Asia Timur di UIN Syarif Hidayatullah, Jakarta.

Teguh juga berharap pembicaraan damai yang sedang terjadi di Pyongyang bisa membuka mata dunia dan mengubah persepsi banyak pihak yang sudah kadung dibentuk oleh kabar-kabar bohong dan cerita fantasi tentang Korea Utara. [dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya