Berita

Ratu Elizabeth II/Reuters

Dunia

Ratu Elizabeth II Pernah Mau Dibunuh Pemuda Selandia Baru Tahun 1981

KAMIS, 01 MARET 2018 | 13:54 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Seorang remaja Selandia Baru pernah mencoba untuk membunuh Ratu Elizabeth II saat berkunjung ke kota Dunedin pada tahun 1981 lalu.

Begitu informasi yang dirilis oleh Badan Intelijen Selandia Baru (SIS) hari ini (Kamis, 1/3). Informasi yang semula bersifat rahasia itu pernah menyebabkan penyelidikan polisi mengenai bagaimana insiden tersebut ditangani.

Dokumen SIS itu menunjukkan bahwa Christopher Lewis yang berusia 17 tahun menembaki Ratu saat dia keluar dari kendaraannya dalam perjalanan menuju sains pada 14 Oktober 1981 selama tur delapan harinya di Selandia Baru.


"Lewis memang pada awalnya bermaksud untuk membunuh Ratu, namun tidak memiliki sudut pandang yang sesuai untuk melepas tembakan, atau senapan bertenaga tinggi yang cukup untuk jangkauan dari target," kata sebuah memo SIS 1997, yang dideklasifikasi pada bulan Februari itu seperti dimuat Reuters.

Dokumen-dokumen tersebut dideklasifikasi sebagai tanggapan atas permintaan Fairfax Media.

Lewis, yang dokumen intelijennya digambarkan sebagai pemuda "sangat terganggu", tidak didakwa melakukan percobaan pembunuhan atau pengkhianatan, dan menambahkan bahwa kasus itu dirahasiakan untuk mencegah malu negara yang melakukan kunjungan kerajaan.

Anggota kerumunan di Dunedin dan wartawan mendengar tembakan tersebut, namun awalnya diberitahu oleh polisi bahwa suara itu berasal dari tanda yang jatuh atau mobil yang macet.

"Investigasi polisi saat ini terhadap tembakan telah dilakukan secara diam-diam dan sebagian besar perwakilan media mungkin mendapat kesan bahwa suaranya disebabkan oleh kembang api dari beberapa deskripsi," kata memo dari SIS, November 1981.

Menurut dokumen intelijen, polisi terus mengawasi Lewis pada kunjungan seorang Ratu ke Selandia Baru pada tahun 1986, karena khawatir bahwa dia masih berisiko.

Lebih dari satu dekade setelah kejadian tersebut, Lewis didakwa melakukan pembunuhan brutal terhadap ibunya yang berasal dari Auckland dan penculikan bayi perempuannya, yang kemudian dijatuhkan di sebuah gereja di dekatnya.

Menurut beberapa laporan berita saat itu, Lewis menyetrum dirinya sendiri saat berada di penjara pada tahun 1997 . Dia membantah tuduhan pembunuhan tersebut dalam sebuah catatan bunuh diri. [mel]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya