Berita

MCA/RMOL

Hukum

Polisi Buru Pemesan Isu Dan Donatur Muslim Cyber Army

RABU, 28 FEBRUARI 2018 | 16:44 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Fadil Imran mengatakan setelah berhasil menangkap lima dari sembilan otak kelompok Muslim Cyber Army (MCA), pihaknya akan memburu siapa pemesan dan penyandang dana dari kelompok tersebut.

"Untuk pengembangan interogasi siapa yang menyuruh, bagaimana korelasi mereka dengan pihak lain, itu dalam hari berikutnya kami akan dalami," kata Fadil di gedung Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim, Cideng, Jakarta Pusat, Rabu (28/2).

Pendalaman nantinya, kata Fadil pihaknya mencoba untuk menemukan siapa pemesannya, apakah menyangkut satu partai politik ataupun tokoh tertentu. Mengingat dari cara kerja mereka yang memilki timeline isu yang akan diramaikan di sosial media, Fadil menduga memang ada yang memesannya.


"Ini kami dalami, siapa yang order, adakah kaitannya dengan ormas atau organisasi dan parpol apapun, kasih kami waktu," terang Fadil.

Mantan Kapolres Jakarta Barat itu juga belum bisa menyimpulkan soal penyandang dana kelompok yang memiliki ribuan anggora tersebut lantaran tengah didalami oleh tim analis Direktorat Siber.

"Baik dari siapa yang menyuruh dan dari mana mendapat modal.

Untuk mengetahui apa motif mereka Fadil mengaku dengan cara tanya jawab yang dilakukan secara terintegrasi satu sama lain. Berpegang kepada digital forensik, pihaknya yakin bakal menemukan motif mereka menyebarkan isu negatif dan berita bohong di sosial media.

Fadil menjelaskan Muslim Cyber Army terbagi menjadi, Cyber Moeslem Defeat Hoax, dimana didalamnya terdapat 145 member dan lima admin grup. Wadah ini, lajut Fadil sebagai tim yang melakukan setting opini yang hendak dimainkan oleh grup mereka.

Lalu, The Family Team Cyber, grup rahasia yang hanya terdiri dari sembilan orang member dimana hanya berisi orang-orang yang berpengaruh di dalam grup lainya untuk mengatur dan merencanakan sebuah berita agar dapat diviralkan secara terstruktur.

"Ini tim elitnya sebagai pemegang kebijakan, mereka komunikasi menggunakan aplikasi Zello," beber Fadil.

Fadil juga membeberkan United Muslim Cyber Army dengan jumlah anggota 102.064 dengan 20 member dijadikan wadah untuk menampung semua postingan dari member MCA baik itu berita, video dan gambar alias meme sebagai rujukan untuk diviralkan.

Sementara, Sniper Army Team sebagai tim elit dari kelompok ini yang bertugas memonitoring akun-akun lawan untuk kemudian dilaporkan ke Facebook agar dimatikan atau dinonaktifkan oleh Facebook sehingga tidak bisa diakses lagi. [san]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya