Berita

Politik

Elektabilitas Jokowi Konsisten Turun

JUMAT, 23 FEBRUARI 2018 | 17:35 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Survei Pilpres 2019 kembali muncul. Kali ini oleh lembaga survei Median. Hasilnya, elektabilitas Jokowi tetap tertinggi namun mengalami penurunan.

"Jika Pilpres dilakukan saat ini, tingkat keterpilihan (elektabilitas) Jokowi unggul dengan 35,0 persen," kata Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun.

Meski begitu, papar dia, dari hasil survei tergambar lampu kuning untuk Jokowi sebab elektabilitas Jokowi konsisten turun dari tiga survei yang dilakukan sebelumnya.


Di bulan April 2017 elektabilitas Jokowi 36,9 persen di bulan Oktober 2017 turun menjadi 36,2 persen dan bulan Februari 2018 kembali turun menjadi 35 persen.

"Elektabilitas Pak Jokowi juga tidak pernah lebih dari 50 persen," katanya.

Rico menjelaskan bahwa kondisi Indonesia akhir-akhir ini menjadi pertimbangan responden untuk tidak memilih Jokowi dan mencari sosok alternatif. Survei mencatat ada kenaikan ketidakpuasan masyarakat atas kinerja Jokowi dalam menjalankan pemerintahan. Di bulan Oktober 2017, Median mencatat masyarakat merasa Indonesia belum menuju ke arah yang benar dan meningkat di bulan Februari 2018 dengan 32,6 persen.

"Demikian juga dengan meningkatnya ketidakpercayaan masyarakat kepada Jokowi untuk mengatasi masalah ekonomi bangsa, di mana Oktober 2017 36,2 persen masyarakat merasa Jokowi tak bisa mengatasi ekonomi bangsa dan meningkat di bulan Februari 2018 dengan angka 37,9 persen," tegas Rico Marbun.

Karena adanya fakta itu menurut Median masyarakat mulai mencari sosok lain di luar kedua sosok tersebut.

"Kalau Pak Jokowi tidak segera membenahi masalah ekonomi yang dinilai menjadi kelemahannya akan menjadi lampu merah," tukasnya.

Survei melibatkan 1000 responden dengan margin error plus minus 3,1 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Survei dilakukan pada 1-9 Februari 2018.[dem]

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Jenderal Dedi Langsung Tancap Gas Siapkan Struktur Organisasi BRAN

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:43

Insentif SPPG Dipangkas, Wamenkeu Senang MBG Terus Lakukan Reformasi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 01:15

Putra Pandeglang jadi Kapolri, Sejarah Baru bagi Banten!

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:43

Dana Kopdes Rp37 Triliun Sudah di Himbara, Tapi Masih Dikunci Kemenkeu

Jumat, 02 Oktober 2026 | 00:20

Bupati Gowa Tidak Ditahan Usai Diperiksa sebagai Tersangka, Ini Sebabnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 23:18

Muhadjir Effendy Menyesal Tak Bisa Maksimal Dongkrak Kesejahteraan Guru

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:33

Kasus Alpriado Osmond Diputus PN Tangerang, Hak Asuh Anak Dimenangkan Ibu

Kamis, 01 Oktober 2026 | 22:06

Saatnya Mahasiswa Kritisi Sistem Dominasi "Fraksi" di Parlemen

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:42

Pertamina Patra Niaga Salurkan LPG 3 Kg ke 958 Kopdes Merah Putih

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:31

Asesmen jadi Fondasi Pembinaan Warga Binaan Lapas Cianjur

Kamis, 01 Oktober 2026 | 21:03

Selengkapnya