Berita

Benjamin Netanyahu/Net

Dunia

Kasus Korupsi Terbaru Jerat Orang Di Lingkaran Dalam PM Israel

RABU, 21 FEBRUARI 2018 | 11:28 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Polisi Israel menuduh mantan juru bicara Benjamin Netanyahu mencoba menyuap hakim untuk menjatuhkan kasus penipuan terhadap istri Netanyahu.

Begitu penyelidikan korupsi terakhir yang melibatkan orang-orang di lingkaran Netanyahu.

Kasus suap terbaru itu adalah satu dari dua kasus yang terungkap pada hari Selasa (20/2) yang melibatkan orang kepercayaan Netanyahu.


Dalam kasus terbaru, polisi mengatakan mantan juru bicara Netanyahu Nir Hefetz telah menawarkan melalui perantara pada tahun 2015 untuk membantu hakim memenangkan jabatan jaksa agung jika dia setuju untuk menggunakan posisi tersebut untuk memblokir proses persidangan terhadap istri Netanyahu, Sara.

Jaksa Agung September lalu Avichai Mandelblit mengatakan bahwa dia mempertimbangkan untuk menuntut Sara Netanyahu karena kecurangan atas dugaan penggunaan dana negara untuk layanan makan dan katering pribadi sejumlah sekitar 100.000 dolar AS. Dia telah membantah tuduhan tersebut dan keputusan akhir mengenai tuduhan tertunda.

Pemimpin sayap kanan, yang menjabat selama 12 tahun sejak 1996, telah melihat dominasinya dalam politik Israel yang terancam oleh penyelidikan korupsi sejak polisi merekomendasikan seminggu yang lalu bahwa dia didakwa atas penyuapan dan kecurangan.

Dia telah menyangkal melakukan kesalahan dalam empat penyelidikan terpisah lainnya. Orang kepercayaan Netanyahu itu mengatakan tuduhan tersebut adalah "perburuan penyihir" politik.

Menanggapi kasus tersebut, Netanyahu menolak tuduhan tentang upaya untuk menyuap hakim dan menyebutnya sebagai "halusinasi".

"Saya tidak pernah mendekati Nir Hefetz tentang ini, dia tidak pernah mengusulkan kepada saya apapun tentang hal itu, dan Anda tahu apa? Saya tidak percaya dia mengangkat kemungkinan dengan siapapun," kata Netanyahu seperti dimuat Reuters. [mel]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

KPK Didesak Panggil Zita Anjani Buntut Harta Meroket 1.000 Persen

Kamis, 18 Juni 2026 | 04:19

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

UPDATE

Revolusi Status Buruh Harian Lepas

Senin, 22 Juni 2026 | 00:03

Nyanyian Sony Sebut 41 Nama Dituding Hanya untuk Kelabui Penyidik

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:33

Penangkapan Roy dan Tifa Perkuat Anggapan Polisi di Bawah Kendali Jokowi

Minggu, 21 Juni 2026 | 23:17

Prabowo Panggil Rosan, Bahas Optimalisasi Aset Negara dan Transformasi BUMN

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:55

Program Sekolah Rakyat Dapat Akses Gratis Talent DNA ESQ

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:32

Malam Ini Roy Suryo dan Dokter Tifa Nginap di Rutan Polda, Besok ke Kejaksaan

Minggu, 21 Juni 2026 | 22:01

Teruji di MRS 2026, Pertamax Turbo Jadi Andalan Utama Pembalap Nasional

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Penyelenggaraan Haji Tahun Ini Lebih Baik dari Sebelumnya

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:46

Buntut Gesekan Petugas vs Ojol, Ini Strategi Baru Dishub DKI Atur Ruang Jalan Ibu Kota

Minggu, 21 Juni 2026 | 21:31

Mensos ke Pejabat Baru: Jangan Sabotase Program Sekolah Rakyat!

Minggu, 21 Juni 2026 | 20:45

Selengkapnya