Berita

Ilustrasi/Net

Dunia

Pejabat China Dan AS Bertengkar Soal Nuclear Football Dalam Kunjungan Trump 2017

SELASA, 20 FEBRUARI 2018 | 08:49 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke Beijing 8 November lalu diwarnai dengan pertengkaran yang melibatkan agen Trump dan pihak keamanan China.

Mengutip The Guardian yang juga merujuk pada laporan media Axios, pertengkaran terjadi di hari pertama kunjungan Trump. Pada saat itu terjadi perkelahian antara agen China dan Amerika Serikat saat Trump mengunjungi Aula Besar Rakyat di mana dia dijadwalkan bertemu dengan Presiden China Xi Jinping.

Mengutip lima sumber terpisah, Axios melaporkan bahwa pejabat China telah memblokir masuknya pembantu militer Amerika Serikat yang membawa "Nuclear Football", yakni sebuah tas kulit hitam yang berisi kode-kode yang memungkinkan presiden untuk melakukan serangan nuklir.


Sebagai informasi, Nuclear Football, atau nama lainnya adalah President's Emergency Satchel dan The Button adalah koper berwarna hitam yang digunakan oleh presiden Amerika Serikat untuk memerintahkan penggunaan senjata nuklir. Benda ini dirancang agar presiden dapat memberi perintah itu ketika tidak berada di tempat komando, misalnya White House Situation Room. Informasi lebih terperinci mengenai Nuclear Football adalah rahasia.

Seorang pejabat Amerika Serikat dilaporkan kemudian bergegas masuk ke sebuah ruangan yang berdampingan untuk memberi tahu kepala staf Amerika Serikat, John Kelly tentang apa yang sedang terjadi.

"Kelly bergegas dan mengatakan kepada pejabat AS untuk terus berjalan 'Kami pindah,' katanya dan kami semua mulai bergerak," kata sumber tersebut.

Namun lalu ada keributan terjadi.

"Seorang petugas keamanan China meraih Kelly, dan Kelly menyingkirkan tangan pria itu dari tubuhnya. Kemudian agen layanan rahasia Amerika Serikat mencengkeram petugas keamanan China dan menjatuhkannya ke tanah," katanya.

Laporan tersebut mengatakan bahwa pertengkaran itu terjadi hanya dalam sekejap dan pejabat diperintahkan untuk merahasiakan pertengkaran tersebut.

Jonathan Swan, koresponden politik di balik laporan tersebut, menulis, "Saya diberi tahu bahwa tidak ada gunanya orang China memiliki Nuclear Football atau bahkan menyentuh kopernya. Saya juga diberitahu kepala detektif keamanan China meminta maaf kepada Amerika sesudahnya atas kesalahpahaman tersebut."

Dinas rahasia Amerika Serikat pada awalnya mengklaim bahwa laporan tentang salah satu agennya menangani pejabat negara tuan rumah adalah palsu namun kemudian mengakui soal adanya perkelahian pendek yang telah terjadi setelah seseorang mencoba menghentikan salah satu "pelindungnya" memasuki sebuah ruangan.

"Individu mematuhi petunjuk agen dan tidak ada tindakan lebih lanjut yang diperlukan," kata juru bicara layanan rahasia Cody Starken dalam sebuah pernyataan. [mel]

Populer

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Dubai Menuju Kota Hantu

Selasa, 31 Maret 2026 | 13:51

KPK Klaim Status Tahanan Rumah Yaqut Sesuai UU

Jumat, 27 Maret 2026 | 12:26

UPDATE

Insiden di Lebanon Selatan Tak Terlepas dari Eskalasi Israel-Iran

Jumat, 03 April 2026 | 10:01

Emas Antam Ambruk Rp85 Ribu, Termurah Dibanderol Rp1,4 Juta

Jumat, 03 April 2026 | 09:54

UNIFIL Gelar Upacara Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI

Jumat, 03 April 2026 | 09:48

KPK Tegaskan Tak Ada Intimidasi dalam Penggeledahan Rumah Ono Surono

Jumat, 03 April 2026 | 09:40

Komisi VIII DPR Optimis Jadwal Haji 2026 Tetap Aman dan Lancar

Jumat, 03 April 2026 | 09:26

Aksi Borong Bensin Picu Kelangkaan BBM di Prancis

Jumat, 03 April 2026 | 08:51

Reformasi Maret Tuntas: Jalan Terang Modal Asing Masuk Bursa

Jumat, 03 April 2026 | 08:26

Wall Street Melemah Tipis, Investor Berburu Aset Aman

Jumat, 03 April 2026 | 08:13

Serangan Israel Lumpuhkan Dua Pabrik Baja Iran, Produksi Terhenti hingga Setahun

Jumat, 03 April 2026 | 08:04

Dolar AS Perkasa, Indeks DXY Tembus Level Psikologis 100

Jumat, 03 April 2026 | 07:50

Selengkapnya