Berita

Rosangela Almeida dos Santos/Net

Dunia

Crazy World

11 Hari Terperangkap Dalam Peti Mati

SENIN, 19 FEBRUARI 2018 | 08:15 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Rosangela Almeida dos Santos (37), perem­puan yang diyakini sudah meninggal dunia, ternyata masih hidup saat dimakam­kan. Dia terperangkap di dalam peti matinya selama 11 hari.

Almeida berusaha sekuat tenaga membuka peti mat­inya yang sudah dipaku dan dilapisi batu. Namun, dia gagal. Nyawanya tak terse­lamatkan saat keluarganya membuka makamnya, sete­lah warga mendengar suara jeritan dari makam itu.

Saat dikeluarkan, tubuh Rosangela masih hangat. Kapas yang disumpalkan ke telinga dan lubang hi­dung perempuan itu sudah terlepas.


Selain itu, tangan dan jidat Rosangela terlihat terluka yang membuktikan dia berusaha keluar dari peti matinya.

Paku-paku yang di­pasang di penutup peti juga terlihat sudah terdorong naik dan di bagian dalam peti terlihat bekas cakaran dan darah.

"Saat saya berada di dekat makam, saya den­gar suara hantaman dari dalam makam. Saya kira anak-anak sedang bermain di sekitar tempat itu dan sedang mengerjai saya," kata Natalina Silva, ibu ru­mah tangga yang pertama kali mendengar suara di makam Almeida.

"Lalu saya dengan suara erangan sebanyak dua kali dan setelahnya suara eran­gan itu berhenti," tambah Natalina.

Keluarga Almeida men­duga rumah sakit melaku­kan kesalahan saat memas­tikan kematiannya.

Sebelum dinyatakan meninggal dunia, Almeida dirawat selama sepekan di Rumah Sakit do Oeste di kota Barreiras, negara bagian Bahia karena men­galami kelelahan parah. Menurut surat kematian­nya, rumah sakit menye­but Rosangela mengalami dua serangan jantung dan meninggal dunia akibat apa yang disebut sebagai "septic shock."

Septic shock adalah kon­disi di saat organ tubuh yang terluka merespon infeksi memicu tekanan darah rendah yang amat berbahaya dan memun­culkan metabolisme yang abnormal. ***

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya