Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Inilah Penjelasan Luhut Pandjaitan tentang Pekerja Tiongkok di Indonesia

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018 | 15:53 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menko Kemaritiman Luhut B. Pandjaitan memberikan penjelasan mengenai kondisi pekerja asal Tiongkok di Indonesia di grup WA Negarawan Indonesia.

Penjelasan itu disampaikan Luhut untuk menjawab sejumlah keraguan mengenai kerjasama Indonesia dan Republik Rakyat China (RRC).

Grup WA Negarawan Indonesia didirikan oleh Johan O. Silalahi, dan anggotanya kebanyakan adalah tokoh-tokoh nasional.  Redaksi menghubungi Luhut secara terpisah dan meminta izin untuk menggunakan penjelasannya itu sebagai bahan berita. Luhut mengizinkan.


Menurut Luhut, pekerja Tiongkok di Indonesia bersifat sementara, umumnya hanya sekitar tiga atau empat tahun.

"Betul banyak tenaga ahli mereka yang terlibat karena mereka mau proyeknya bisa selesai tepat waktu," tulis Luhut.

Sementara itu, sambungnya, pihak China juga membangun politeknik untuk nanti menggantikan pegawai Tiongkok secara bertahap. Hal ini dilakukan karena Indonesia tidak memiliki jumlah lulusan politeknik dalam jumlah yang cukup, apalagi di luar Pulau Jawa.

"Itu kesalahan kita semua yang sedang kita benahi," sambungnya.

Jadi, lanjutnya, informasi yang mengatakan ada ratusan ribu tenaga kerja China di Indonesia sangat tidak benar. Luhut mencontohkan hasil kunjungannya ke sebuah pabrik di Morowali, Sulawesi Barat. Di sana ada 3.000 pekerja Tiongkok. Jumlah ini kecil dibandingkan dengan lebih dari 20 ribu pekerja Indonesia di tempat itu.

"Dalam beberapa tahun lagi, tidak lebih beberapa ratus saja pekerja Tiongkok di sana. Nilai investasi 5 miliar dolar AS. Apa ini policy yang salah?" tanya Luhut.

Pada bagian lain penjelasannya, Luhut mengatakan, dirinya secara pribadi pasti menjaga kedaulatan NKRI dan tidak akan rela Indonesia dijajah oleh siapapun.

"Saya tidak akan mengkhianati prajurit-prajurit saya yang gugur dalam tugas operasi mempertahankan NKRI. Itulah tekad kami. Banyak yang masih kurang, yes. Tapi secara terpadu banyak amat yang sudah dan sedang kami selesaikan," demikian Luhut. [dem] 

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya