Berita

Repro

Politik

Video Paspampres Tahan Langkah Anies Viral, Jokowi Dirugikan

MINGGU, 18 FEBRUARI 2018 | 15:28 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Potongan video yang memperlihatkan seorang anggota Paspampres menahan langkah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mendampingi Presiden Joko Widodo menyerahkan tropi Piala Presiden tampaknya merugikan pihak Jokowi.

Secara umum, komentar dari kalangan netizen di dunia maya menyesalkan kejadian itu.

Larangan bagi Anies untuk ikut dalam mendampingi Jokowi menyerahkan tropi Piala Presiden dinilai janggal dan tidak biasa. Keanehan itu antara lain karena pertama, pertandingan dilakukan di Gelora Bung Karno yang berada di Jakarta. Kedua, pemenang Piala Presiden 2018 adalah Persija Jakarta.


Ketiga, dalam tradisi yang berlaku, gubernur biasanya mendampingi presiden pada kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di sebuah provinsi.

Keempat, dalam Piala Presiden 2015 lalu Gubernur Basuki Tjahaja Purnama pun ikut mendampingi Presiden Jokowi saat menyerahkan tropi.

Tidak dapat dielakkan, potongan video yang viral itu memancing begitu banyak spekulasi di balik manuver sang anggota Paspampres melarang Anie Baswedan turun dari tribun kehormatan untuk ikut dalam rombongan Jokowi.

Tidak sedikit netizen yang berkomentar di halaman Facebook Ali Ghuraisah yang mengunggah video itu yang tidak percaya sang anggota Paspampres berani melarang Anies kalau tidak ada perintah. Artinya, kelompok netizen ini percaya bahwa larangan itu adalah bagian dari perintah.

Tinggal sekarang pertenyaannya, siapa yang memberikan perintah. Apakah Jokowi pribadi, atau ada pihak-pihak di level tengah yang berinisiatif melarang Anies ikut.

Ada juga netizen yang mengaitkan larangan itu dengan hasil survei sebuah lembaga riset politik beberapa hari sebelumnya yang mengatakan bahwa Anies berpotensi menjadi penantang Jokowi di arena Pilpres 2019.

Dengan demikian, dapat dipahami apabila Jokowo tidak mau berbagi panggung dengan Anies.

Kalau sudah begini, Anies Baswedan akan mendapatkan simpati publik. Dia akan menjadi figur terzalimi. Di sisi lain, Jokowi akan dipandang sebagai politisi yang gagal mengelola penampilan cantik di atas panggung. Seharusnya, pergelaran Piala Presiden ini tidak diwarnai aksi yang bisa menciderai dan merugikan citra Jokowi. [dem]

Populer

10 Jalan Febrie Adriansyah Menuju Bebas

Minggu, 19 Juli 2026 | 05:24

Selembar Ijazah Keliling Republik

Rabu, 22 Juli 2026 | 12:00

Hotman Paris Harus Minta Maaf

Minggu, 19 Juli 2026 | 17:02

Hotman Paris Tegaskan Tuduhan Keterlibatan Febrie dalam Kasus Asabri Salah Total

Sabtu, 18 Juli 2026 | 02:58

Permainan Kejagung Terlalu Kasar soal Penghentian Pengumpulan Data Program MBG

Rabu, 15 Juli 2026 | 05:14

Penetapan Tersangka Tetap Sah Meski Belum Diperiksa

Sabtu, 18 Juli 2026 | 12:35

Ahli Waris Laporkan Dugaan Aset Tak Wajar Mantan Pejabat Negara ke KPK

Rabu, 22 Juli 2026 | 16:58

UPDATE

Jaksa Agung Resmi Lantik Kuntadi sebagai Pengganti Febrie

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:25

Wasekjen AMPI: Hasil Rapat Pleno IX Cacat Hukum dan Tak Punya Legitimasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:23

Danantara Mulai Bentuk Perusahaan Manajemen Aset Raksasa

Jumat, 24 Juli 2026 | 12:15

Samsung Galaxy Z Fold 8 Hadirkan Desain Tipis dan Performa Tangguh

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:55

Indonesia Kecam Serangan terhadap Kapal Komersial di Laut Merah

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:34

Perbaikan SDN Kebayoran Lama Selatan 09 Jadi PR Bersama

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:32

Panda Bond RI Laris, Pemerintah Raup Rp18,5 Triliun

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:27

Kemunculan Kabinet Bayangan Konsekuensi dari Demokrasi

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Iran: Trump akan Hadapi Konsekuensi jika Serangan AS Berlanjut

Jumat, 24 Juli 2026 | 11:04

Dude Harlino Kembalikan Honor Rp5,25 Miliar dari PT DSI, Sebut Bentuk Kepedulian untuk Korban

Jumat, 24 Juli 2026 | 10:50

Selengkapnya