Berita

Arsul Sani/RMOL

Dunia

Harusnya Polri Libatkan IDI Saat Autopsi Terduga Teroris MJ

SABTU, 17 FEBRUARI 2018 | 14:13 WIB | LAPORAN: IDHAM ANHARI

. Meninggalnya terduga teroris Muhammad Jefri pasca ditangkap tim Densus 88 Polri menuai tanda tanya publik. Dari hasil otopsi tim dokter forensik RS Polri Kramat Jati, MJ meninggal disebabkan oleh peyakit jantung yang dideritanya.

Menanggapi hal tersebut, Anggota DPR Komisi III DPR Fraksi PPP Arsul Sani menilai Polri kurang objektif karena tidak melibatkan tim dokter dari lembaga independen lain.

"Harusnya, menurut saya, Polri dalam kasus seperti itu, ketika melakukan autopsi, mengundang tim autoposi dari dokter independen," ujar Arsul saat ditemui di kawasan Cikini, Menteng, Jakarta, Sabtu (17/2).


Hal ini, sambung Asrul, tentunya tambah mengundang kecurigaan publik. Terlebih, MJ tewas saat dalam penguasaan Densus 88.

"Harusnya undanglah IDI (Ikatan Dokter Indonesia). Jangan dokter Polri (saja), karena akan mengundang tanda tanya alias kecurigaan," ucap dia.

Kematian MJ mengingatkan kasus Siyono yang tewas saat berada di bawah penguasaan Densus 88 Antiteror Polri pada 2016 lalu. Kasus itu pula yang kemudian memicu DPR merevisi UU Terorisme yang hingga saat ini masih dalam pembahasan.

"Saya menjadi ingat bahwa RUU Terorisme itu mulai dibahas karena kasus Siyono, dan sekarang ini hampir selesai pembahasannya ada kasus Jefri. Makanya UU ini boleh disebut juga UU Siyono Jefri," kata Arsul.

Dalam draft pembahasan RUU Terorisme, salah satunya yakni DPR memperketat pasal-pasal pidana materil, termasuk untuk kepentingan media atau publikasi.

"Salah satu pasal yang kita inikan adalah, barang siapa yang menyebarkan tulisan ucapan dengan kekerasan atau ancaman kekerasan, kemudian yang dapat mengakibatkan tindak pidana tersebut dihukum sekian," tutur politikus PPP itu.

MJ ditangkap Densus 88 Antiteror Polri di Jalan Raya Haurgeulis, Indramayu, Jawa Barat pada Rabu 7 Februari 2018 sekira pukul 15.00 WIB. Dia kemudian dibawa untuk menunjukkan lokasi persembunyian temannya.

Namun di tengah jalan, MJ mengeluh sesak nafas. Polisi kemudian membawa MJ ke salah satu klinik di Indramayu. Namun nyawanya tak tertolong. MJ dinyatakan meninggal dunia sekitar pukul 18.00 WIB atau hanya sekitar tiga jam setelah penangkapan.

Jenazah MJ kemudian diserahkan ke pihak keluarga setelah lebih dulu diautopsi di RS Polri Kramatjati. MJ dikebumikan di kampung halamannya di Lampung pada Jumat 9 Februari 2018 sekitar pukul 16.15 WIB. [rus]

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

KPK: Capres hingga Kepala Daerah Idealnya Tidak Karbitan

Minggu, 26 April 2026 | 17:35

Victor Orban Angkat Kaki dari Parlemen Hongaria, Fokus Benahi Partai

Minggu, 26 April 2026 | 17:18

Menlu Iran Temui Sultan Oman setelah Mediasi di Pakistan Gagal

Minggu, 26 April 2026 | 16:38

Respons Dedi Mulyadi Disindir "Shut Up KDM"

Minggu, 26 April 2026 | 16:37

PAD Retribusi Sampah Bocor Rp20 Miliar, Baunya di Saku Birokrat?

Minggu, 26 April 2026 | 16:01

Beyond Nostalgia ALJIRO Dorong Alumni Berperan untuk SDM

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Tersangka Penembakan Gala Dinner Wartawan Incar Pejabat Trump

Minggu, 26 April 2026 | 15:50

Comeback Sempurna di Bawah Keteduhan Trembesi

Minggu, 26 April 2026 | 15:42

Dua Laksamana Masuk Bursa Kuat KSAL

Minggu, 26 April 2026 | 15:40

Daycare Lakukan Kekerasan Harus Dicabut Izin dan Pelaku Dipenjara

Minggu, 26 April 2026 | 14:57

Selengkapnya