Berita

Jenderal Tito Karnavian/Net

Wawancara

WAWANCARA

Jenderal Tito Karnavian: Temuan Sementara, Kasus Pembunuhan Kiai Di Jawa Barat Tindakan Spontan

SABTU, 17 FEBRUARI 2018 | 10:08 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Kehidupan sosial keagamaan Indonesia sedang diteror pihak-pihak yang ingin mencipta­kan suasana mencekam dan menakutkan. Motif peristiwa penganiayaan dan pembunuhan terhadap kiai di Jawa Barat hingga kini belum terungkap. Banyak spekulasi berteberan.

Berikut penjelasan Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian terkait rentetan peristiwa teror tersebut:

Apa kebijakan Anda terkait peristiwa penyerangan terh­adap tokoh agama yang ter­jadi belakangan ini?
Saya sudah meminta kepada semua jajaran kepolisian untuk memperketat pengamanan di tempat-tempat ibadah. Beberapa kasus yang ada para pelaku su­dah berhasil ditangkap. Meski dari dua kasus di Jawa Barat pelaku diduga mengalami gang­guan jiwa, namun kasusnya tetap kami tangani. Kami juga tidak berhenti untuk menda­lami apakah kemungkinan ada koneksi satu kasus ke kasus lainnya. Sampai sekarang kami belum temukan indikasi itu, sementara ini kami temukan ini tindakan spontan.

Saya sudah meminta kepada semua jajaran kepolisian untuk memperketat pengamanan di tempat-tempat ibadah. Beberapa kasus yang ada para pelaku su­dah berhasil ditangkap. Meski dari dua kasus di Jawa Barat pelaku diduga mengalami gang­guan jiwa, namun kasusnya tetap kami tangani. Kami juga tidak berhenti untuk menda­lami apakah kemungkinan ada koneksi satu kasus ke kasus lainnya. Sampai sekarang kami belum temukan indikasi itu, sementara ini kami temukan ini tindakan spontan.

Tapi banyak spekulasi lho Pak?
Untuk itu kami meminta masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi dengan isu-isu spekulasi yang tidak jelas. Jangan berspekulasi aneh-aneh. Jangan mau juga isu ini dijadikan untuk mengadu domba antarumat. Percayakan kepada polisi dan pemerintah.

Masyarakat penasaran menunggu hasil konkret dari penyelidikan kepolisian?
Pasti kami akan menindak­lanjuti perkara yang menyang­kut penyerangan tokoh agama, termasuk di Jawa Barat sesuai dengan fakta hukum yang ada. Sekali lagi Insya Allah bisa kami tangani dengan baik dan sesuai fakta yang ada.

Untuk mengungkap motif di balik gangguan keamanan yang terjadi saat ini apakah Anda hanya menerjunkan tim intelijen dari Polri saja atau akan meminta bantuan dari TNI?
Saya sudah kontakan dengan Panglima TNI untuk menurunk­an tim intelijen dalam rangka bekerja sama memberikan kon­tribusi, memberikan masukan informasi yang mungkin bisa dikembangkan bersama.

Terkait pengamanan Pilkada 2018 seperti apa?

Prediksi saya di Pilkada 2018 berbeda dengan pilkada tahun-tahun sebelumnya. Biasanya kan mobilisasi massa dikerahkan dalam kampanye dengan skala besar. Namun, untuk tahun ini berbeda. Meski masih ada mo­bilisasi massa tapi saya kira tidak sebesar yang lalu. Kampanye yang terjun ke lapangan saya kira kecil, lebih besar kampanye melalui media sosial. Justru saat ini kan media sosial lebih efektif daripada kampanye terjun ke lapangan. Arus informasi di media sosial sulit dibendung, sehingga banyak ditemukan konten-konten negatif dan ber­potensi perpecahan. Jangan sampai isu hoaks dan konten provokatif muncul dan me­mengaruhi sistem demokrasi di Indonesia.

Artinya Polri akan lebih memantau kampanye lewat media sosial saja?
Kami melakukan atensi lebih untuk penggunaan media sosial sebagai alat kampanye. Kami juga memperkuat patroli di siber dan media sosial. Meski demikian, kami juga tidak sepenuhnya melepas kampanye di lapangan. Setiap polda dan polres sudah memetakan titik rawan. Rencana operasi untuk pengamanan kampanye di lapan­gan pun sudah dibuat.

Adakah sinergitas antara Polri dengan tokoh agama masing-masing wilayah untuk menangkal kampanye hitam?
Sebelumnya saya selalu meng­ingatkan dan meminta tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat untuk memberi pesan damai selama pilkada. Pesan-pesannya harus mend­inginkan suasana yang men­gajak untuk berpolitik sehat. Jadi upaya pencegahan jauh lebih penting. Meskipun Polri melakukan pengamanan terbuka maupun upaya represif dan kon­tijensi kalau ada peristiwa di luar dugaan kami.

Dari pengamatan Polri se­jauh ini daerah mana yang pal­ing rawan terjadi gesekan?
Biasanya daerah yang lawan­nya head to head dianggap rawan. Sementara calon tunggal dianggap tidak rawan karena tidak ada perpecahan suara di masyarakat.

Selain Pilkada 2018, di ta­hun ini banyak agenda penting yang akan digelar di Indonesia, seperti Asian Games. Bagaimana pengamanan­nya?
Iya tahun ini Polri akan mengamankan agenda nasional semacam pilkada serentak, IMF, Asian Games, operasi lilin, op­erasi ketupat, dan pengamanan akhir tahun. Belum lagi masalah rutin, kejahatan konvensional yang berpotensi tinggi, kejaha­tan terorisme, kriminal bersen­jata di Papua. Maka dari itu saya meminta seluruh Korps Brimob daerah menghitung kerawanan di daerah masing-masing, agar Brimob di daerah bisa di-backup apabila kekurangan personel, agar ketika situasi genting pun bisa teratasi.

Soal lain. Saat ini banyak aduan di masyarakat terkait citra negatif Polri ketika melakukan tindakan hukum, bagaimana itu?
Saya tegaskan Polri jangan lakukan yang macam-macam jangan sampai disalahgunakan, anggota sok-sokan di jalan bisa tangkap orang. Kalau tangkap orang jangan sembarangan. Tangkap miras, setelah itu miras­nya diambil, lalu orangnya dilepasin. Mirasnya diminum sendiri. Itu kejadian dulu di beberapa tempat. Contoh lain tangkap gerebek judi, setelah di­periksa judinya dilepas, uangnya diambil. Saya sering mendengar cerita ini. ***

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Dua Tahun Cukup bagi Prabowo Mengasuh Geng Solo

Selasa, 13 Oktober 2026 | 13:43

UPDATE

Darwis Ismail Terpilih jadi Nakhoda Baru ISKINDO Periode 2026-2031

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:46

Polda Metro Bongkar Penyelundupan 54 Ton Batu Galena dari Gorontalo

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 03:27

Usul LBP Makin Terasa Janggal, Reformasi Hukum Jangan Kehilangan Arah

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:59

Manifesto Welfare State Pesisir

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:30

Gerakan 1 Juta Liter Air Bersih BEM PTNU Teruskan Semangat Resolusi Jihad

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 02:05

Sidang Praperadilan Kasus Relawan Prabowo Ditunda, Hakim Tegur Kelalaian Pemanggilan

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:51

Langkah Cepat Polda Jatim Cegah Potensi Kericuhan Aksi Mahasiswa Tuai Apresiasi

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 01:26

PT TIMAH Buka Opsi Buyback Saham Sikapi Dinamika Pasar Modal

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:49

GMNI Puji Ketegasan Kapolri Bongkar Penyelundupan 1,16 Ton Ketamin

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 00:21

PKS Dukung Pemerintah Lakukan Reformasi Bursa Saham Menyeluruh

Jumat, 23 Oktober 2026 | 23:45

Selengkapnya