Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

100 RW Di Jakarta Terdampak Banjir

KAMIS, 15 FEBRUARI 2018 | 20:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Banjir melanda Jakarta. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut sampai sore tadi, pukul 16.30, banjir terjadi di 100 RW di Ibu Kota.

"Jumlah wilayah terdampak banjir: 4 Kota, 36 Kelurahan, 100 RW," ujar Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Kamis (15/2).

Banjir akibat hujan yang terus menerus mengguyur sebagian besar wilayah Jakarta, hari ini. Di Jakarta Timur, genangan terjadi di 11 RW dengan rincian antara lain 2 RW di Cakung Barat dan Kayu Putih, 2 RW di Pulo Gadung, 1 RW di Pulo Gebang, 1 RW di Rawa Terate dan 2 RW di Rawamangun.


Di Jakarta Pusat banjir terjadi di 9 RW, yakni Cempaka Putih Barat 1 RW, Cempaka Putih Timur 4 RW, kemudian Johar Baru, Kartini, Kramat dan Paseban masing-masing 1 RW.

Wilayah paling banyak terdampak banjir adalah Jakarta Barat. Titik banjir tersebar di 56 RW antara lain di Cengkareng Barat 3 RW, Kamal 9 RW, Kapuk 14 RW, dan Tegal Alur 15 RW.

Adapun di Jakarta Utara, banjir terjadi di 24 RW dengan wilayah terdampak terbanyak di Pegangsaan Dua, sebanyak 8 RW.

Sutopo mengatakan banjir disebabkan drainase yang tidak mampu mengalirkan aliran permukaan. Lebatnya hujan membuat aliran permukaan melebihi kapasitas pengaliran di drainase.

"Jakarta makin rentan banjir karena terkait dengan terbatasnya kawasan resapan air," katanya.

Sutopo mengatakan maraknya pembangunan di Jakarta dengan kondisi permukaan yang kedap air dan terbatasnya resapan air, serta konservasi tanah dan air, membuat 85 persen curah hujan yang jatuh dikonversi menjadi aliran permukaan. Hanya sekitar 15 persen yang tertahan di permukaan tanah dan meresap ke dalam tanah.

"Itulah yang menyebabkan setiap hujan deras sering timbul banjir dan genangan. Ke depan perlu diperbanyak pembangunan embung, sumur resapan, danau mini, biopori, restorasi anak-anak sungai, dan taman sebagai resapan air," tukas Sutopo.[dem]


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Nasdem Ingatkan Ancaman El Nino dan Dampak Geopolitik ke Pangan Nasional

Selasa, 07 April 2026 | 14:17

Istana Kaji Wacana Potong Gaji Menteri, Belum ada Keputusan

Selasa, 07 April 2026 | 14:14

Pemerintah Genjot Biofuel untuk Redam Dampak Kenaikan Harga Pangan

Selasa, 07 April 2026 | 14:02

Benteng Etika Digital: Pemerintah Godok Dua Perpres untuk Jinakkan Risiko AI

Selasa, 07 April 2026 | 13:53

KPK Panggil Petinggi 5 Perusahaan Travel Haji

Selasa, 07 April 2026 | 13:34

Seruan Saiful Mujani Tak Digubris, Istana: Prabowo Fokus Agenda Strategis

Selasa, 07 April 2026 | 13:33

Monitoring Ketat Jadi Kunci WFH ASN Tetap Produktif

Selasa, 07 April 2026 | 13:21

Pemerintah Klaim Ketahanan Pangan Nasional Stabil hingga 11 Bulan ke Depan

Selasa, 07 April 2026 | 13:17

Jangan Adu Domba Rakyat dengan Pemerintah Soal BBM

Selasa, 07 April 2026 | 13:11

Kasus Suap Pemkab Bekasi: KPK Periksa Istri Ono Surono Sebagai Saksi

Selasa, 07 April 2026 | 13:08

Selengkapnya