Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

Urus Bulog, Perintah Gus Dur Ke Rizal Ramli Cuma Satu

RABU, 14 FEBRUARI 2018 | 02:54 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Rizal Ramli menghadiri panen raya di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (13/2). Rizal disambut para petani yang tergabung dalam kelompok tani Sahabat Tani.

"Saya senang sekali bisa ke sini. Nostalgia karena 17 tahun lalu saya itu kepala Bulog diangkat Gus Dur," kata Rizal.

Dia menceritakan ketika diberi amanah menjadi kepala Bulog tidak menerima banyak perintah dari Presiden Gus Dur.


"Gus Dur perintahnya hanya satu, pokoknya kamu bikin petani senang. Udah itu saja. Terserah kamu mau ngapain," ucapnya disambut tepuk tangan petani.

Perintah Gus Dur pun dilaksanakan RR. "Bapak ibu ingat 17 tahun lalu saya tidak mau impor. Selama Gus Dur berkuasa tidak ada impor beras."

Meski tidak impor, kata mantan Menko Perekonomian ini, harga beras tetap stabil. Jika terjadi kenaikan harga di suatu daerah, Bulog langsung membanjiri pasar di daerah tersebut dengan beras milik Bulog sehingga harganya langsung turun.

"Tapi ada juga yang bandel, yang menyelundup (impor). Waktu itu saya tangkap kapalnya di Lampung, main dengan anak buah saya di Bulog," tutur Rizal.

Supaya tidak ada lagi impor, Rizal yang pernah menjadi penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengatakan, pada saat itu dirinya mengeluarkan kebijakan Bulog tidak membeli beras tapi hanya membeli gabah.

"Jadi petani tidak dipusingkan kadar air nya berapa. Selain itu kalau beli gabah umur beras nambah 4 tahun, kalau beli beras disimpan digudang lama-lama busuk, banyak kutunya. Akhirnya kualitas beras jadi seperti beras raskin," tutur dia.

Dia mengungkapkan kondisi berubah setelah dirinya tak lagi di Bulog. Kebijakan tersebut dihapuskan dan keran impor kembali dibuka meskipun tidak ada kebutuhan di dalam negeri. Impor dilakukan hanya untuk mendapatkan komisi.

Rizal mengatakan tidak anti dengan impor beras. Namun dirinya mengeritik impor dilakukan di saat musim panen.

"Kalau memang perlu banget saya tidak keberataan impor, tapi atur dong timingnya," kata Rizal menyikapi kebijakan impor beras oleh Kementerian Perdagangan, baru-baru ini.

Rumus gampangnya, kata Rizal yang belakangan namanya disebut sejumlah lembaga survei pantas menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019, pada saat musim hujan produksi padi mengalami penurunan tetapi angkanya tidak signifikan. Hanya 1 persen.

"Kalau sekarang kira-kira produksinya 30 juta ton, berarti kekurangannya hanya 300 ribu ton. Ini tidak perlu impor. Tapi kalau lagi musim el nino, (siklus) terjadinya 5-7 tahun, memang anjloknya 10 persen atau sekitar tiga juta ton. Ini bisa impor. Tapi sadisnya, sekarang, impor pas musim panen. Jadi bapak ibu yang tadinya mau untung jadi buntung karena harga gabah jadi jatuh," kata Rizal dijawab teriakan tolak impor beras hadirin. [wah]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya