Berita

Rizal Ramli/RMOL

Politik

Impor Beras, Rizal Ramli: Jangan Kebangetan, Tobatlah!

SELASA, 13 FEBRUARI 2018 | 16:07 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Ekonom senior Dr. Rizal Ramli menyampaikan peringatan keras atas kengototan Kementerian Perdagangan melakukan impor beras di saat musim panen. Kementerian yang dipimpin Enggartiasto Lukita itu bergeming meski sejak beberapa bulan lalu kebijakan impor beras diprotes petani, pakar hingga wakil rakyat di Senayan.

"Jangan kebangetan lah. Saya mohon pejabat terkait minta ampunlah, tobatlah. Masa musim panen impor. Kasihan petani kita yang jadi korban," kata dia kepada wartawan usai menghadiri panen raya Kelompok Tani Serang, di Desa Penggalang, Kecamatan Ciruas, Serang, Banten, Selasa (13/2).

RR, demikian Rizal Ramli disapa, tidak anti dengan impor beras. Namun dia mengeritik impor dilakukan di saat musim panen.


"Kalau memang perlu banget saya tidak keberataan impor, tapi atur dong timingnya. Kalau musim paceklik boleh tapi kalau lagi musim panen janganlah. Harga gabah jadi jatuh. Petani yang tadi mau untung jadi buntung," katanya.

Menurut hitungan RR yang pernah menjabat Menko Perekonomian dan memimpin Bulog di era Pemerintahan Gus Dur, kebutuhan beras nasional terpenuhi oleh hasil produksi petani dalam negeri jika tidak muncul gangguan akibat perubahan musim secara ekstrim. Jika terjadi elnino sekalipun, sebutnya, produksi gabah nasional anjlok hanya 10 persen atau sekitar 3 juta ton.

"Tapi kalau musim biasa-biasa saja stok cukup. Anak SD saja mengerti kalau paceklik, kalau elnino harus impor karena stok kurang. Lah ini pejabatnya tidak mengerti. Masa impor saat musim panen, masa pejabatnya harus diajarin anak SD? Sama sekali saya tidak setuju impor karena merugikan petani kita," kata mantan penasihat ekonomi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ini.

"Saya minta pejabat punya sedikit hatilah buat petani, punya empati kepada petani. Jangan yang penting dapat duit tapi tidak peduli dengan petani. Jangan begitu. Rasain deh jadi petani, jangan-jangan kena panas saja tidak kuat. Jangan jadi raja tega. Kan ngaku Pancasila," tukas RR yang namanya disebut sejumlah lembaga survei dan pemerhati politik nasional pantas menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. [rus]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya