Berita

Arief Poyuono/Net

Politik

Gerindra: Sri Mulyani Pantas Jadi Menteri Terbaik Di Dunia

SENIN, 12 FEBRUARI 2018 | 18:09 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Menteri Keuangan Sri Mulyani diganjar Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award). Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Arief Poyuono menganggap penghargaan tersebut wajar diterima Sri Mulyani.

"Ya, pantas juga sih Sri Mulyani dapat penghargaan menjadi menteri terbaik di dunia," kata Arief kepada redaksi sesaat lalu, Senin (12/2).

Penghargaan diterima Sri Mulyani dalam World Government Summit, di Dubai, Uni Arab Emirates. Penobatan Sri Mulyani sebagai menteri terbaik di dunia dilakukan melalui proses seleksi lembaga independen Ernst & Young.


"Sri Mulyani sudah banyak membuat terobosan kebijakan ekonomi Indonesia yang lebih liberal. Nah, kinerja Sri Mulyani inilah yang disukai oleh tim penilai Ernst and Young," kata Arief.

Boleh saja Sri Mulyani diganjar penghargaan menteri terbaik di dunia. Namun Arief meyakinkan kerja-kerja mengejar pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga melewati 7 persen oleh Sri Mulyani dijamin tidak akan terealisasi.

"Daya beli masyarakat dan tumbuhnya lapangan kerja baru sepertinya sulit untuk meningkat. Dengan kebijakan ekonomi yang diterapkan Sri Mulyani seperti tidak ada kebijakan yang bisa menahan laju kenaikan kurs dolar ke rupiah serta menurunkan harga-harga sembako dan energi," kata Arief.

Selain itu, menurut Arief, belum ada kebijakan ekonomi yang dibuat Sri Mulyani yang mengarah untuk menjadikan negara Indonesia berdaulat dalam hal ketersediaan pangan dan energi.

"Malah sekarang Indonesia menjadi negara terbesar di ASEAN sebagai pengimpor pangan dan BBM," demikian Arief Poyuono.[dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya