Berita

Sri Mulyani Indrawati/RMOL

Politik

Jaringan Neolib Dorong Sri Mulyani Maju Pilpres

SENIN, 12 FEBRUARI 2018 | 13:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) yang diterima Sri Mulyani Indrawati dalam World Government Summit, di Dubai, Uni Arab Emirates, bertolak belakang dengan kinerjanya di Kabinet Kerja. Hampir dua tahun membantu Presiden Jokowi, prestasi Sri Mulyani sangat mengecewakan.

"Tidak ada prestasi Sri Mulyani untuk rakyat Indonesia. Dia hanya memproduksi hutang yang harus dibayar rakyat Indonesia. Saat memperkuat tim ekonomi di periode pemerintahan sebelumnya, dia begitu juga. Pertumbuhan ekonomi selalu meleset dari target. Ambisi mungutin pajak dari rakyat luar biasa, padahal kalau cuma mungutin pajak anak SD juga bisa," kata Sekjen Prodem, Satyo Purwanto kepada redaksi sesaat lalu.

Komeng, demikian Satyo Pruwanto disapa, menengarai penghargaan yang diberikan kepada Sri Mulyani merupakan bagian dari skenario besar mendorong mantan Managing Director World Bank itu untuk melantai di bursa Pilpres 2019.


"Itu jelas upaya dari neolib di luar untuk membrending Sri Mulyani. Mungkin saja agenda asing ini berkaitan dengan 2019, mungkin saja diduetkan dengan Jokowi, bahkan bisa saja jadi capres kalau memang dia semakin populer karena dianggap berhasil," katanya.

Jika Sri Mulyani berprestasi, katanya, tentu ekonomi Indonesia maju dan tidak mengandalkan utang. Namun kenyataannya Sri Mulyani membuat liberalisasi ekonomi semakin menggila. Dia sangat anti dengan subsidi atau mengharamkan pemerintah membayari public service yang membuat seperti biaya listrik yang harus dibayar oleh rakyat mahal, biaya hidup rakyat menjadi mahal. Logika perdagangan yang dia praktikkan impor, bukan meningkatkan ekspor.

"Sri Mulyani agen neolib yang membuat rakyat Indonesia tergantung dengan resep-resep IMF dan World Bank. Apa prestasinya selain hutang? Sekitar 700-800 triliun hutang yang dia buat diperiode lalu jatuh tempo dan harus dibayar tahun ini. Boleh saja dibilang angka kemiskinan di beberapa daerah menurun, lah itu di daerah, hasil kerja pemda. Kalau mau fair buka dong secara nasional. Jangan menyampaikan opini yang menyesatkan," tukasnya. [rus]

Populer

Abu Janda Cs Jangan Sampai Lolos

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00

Profil Achmad Syahri Assidiqi: Legislator Gerindra 'Gamer' Anak Eks DPR RI

Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12

Jangan Biarkan Dua Juri Final LCC Lolos dari Sanksi UU ASN

Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43

Wali Murid Sekolah Islam Terpadu di Tangerang Korban Investasi Bodong Lapor Polisi

Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13

PSI Ketar-ketir Lawan Jusuf Kalla

Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47

Inilah Bupati Sitaro Chyntia Ingrid Kalangit yang Diborgol Kejati

Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09

Omongan Amien Rais Dibenarkan Publik selama Tak Dibantah Teddy

Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15

UPDATE

Brimob Polda Metro Jaya Bubarkan Balap Liar di Pulogadung

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:17

Istana Ungkap Cadangan Beras di Bulog Tembus 5,3 Juta Ton

Minggu, 17 Mei 2026 | 14:04

Kasasi Bisa Perjelas Vonis Banding Luhur Ditambah Beban Uang Pengganti

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:45

Putusan MK soal IKN Dianggap Beri Kepastian Hukum

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:39

“Suamiku Lukaku” Angkat Luka Perempuan Korban KDRT

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Prabowo Minta Pindad Rancang Mobil Presiden Khusus untuk Sapa Rakyat

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:14

Penyederhanaan Sistem Partai Tak Harus dengan Threshold Tinggi

Minggu, 17 Mei 2026 | 13:10

Nasabah PNM Denpasar Sukses Ubah Sampah Pantai jadi Cuan

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:59

Hukum yang Layu: Saat Keadilan Kehilangan Hati Nurani

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:43

Andrianto Andri: Tokoh Sumatera Harus Jadi Cawapres 2029

Minggu, 17 Mei 2026 | 12:11

Selengkapnya