Berita

Nikson Nababan/Net

Nusantara

Nikson Nababan Pantas Pimpin Kembali Taput

JUMAT, 09 FEBRUARI 2018 | 04:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Nikson Nababan pantas memimpin kembali Tapanuli Utara (Taput). Terbukti, di periode pertama ia memimpin, pembangunan di Kabupaten Taput berjalan sesuai sasaran.

"Masyarakat banyak yang senang kepemimpinan Nikson. Pembangunan berjalan baik, terutama menentukan sasaran pembangunan yang difokuskan pada bidang pertanian dan pariwisata. Tidak terjerat kasus hukum. Jadi masih layak untuk dipilih lagi," kata Direktur Eksekutif Jokowi Watch, Tigor Doris.

Tigor mencontohkan program pembukaan lahan kosong oleh Nikson dapat mengurangi pengangguran. Sebab, lahan diberikan pengelolaannya kepada petani di Taput.


Sejak 2015, Nikson telah menggarap dan memaksimalkan pengolahan lahan tidur dengan alat berat 10 unit hingga tahun 2017.  Nikson juga telah menyusun kerangka kerjanya dari mulai pemberian bibit, lahan, peralatan, kesuburan, hingga kepastian penjualan hasil tani.

"Pembukaan lahan itu jelas mengurangi pengangguran. Dan saya juga berharap agar di Kecamatan Pangaribuan diperhatikan oleh Nikson. Karena banyak juga lahan tidur di sana," ujar Tigor.

Sementara tahun lalu, bantuan bibit didatangkan bagi petani antara lain seperti bibit padi, jagung, kakao, karet, kemenyan dan alpukat. Kemudian pengembangan tanaman cabai merah seluas 30 hektar dan bawang merah seluas 22 hektare juga disalurkan bagi petani.

Tigor menambahkan, untuk menetapkan Taput menjadi lumbung pangan tidak serta merta selesai sampai disana. Karena masih banyak yang belum selesai di era jabatan Nikson sebagai Bupati Taput.  Setidaknya dibutuhkan 10 tahun lagi untuk mencapai Taput sebagai kabupaten yang mandiri bahkan mampu menunjang sektor pangan di Sumatera Utara.

"Dengan kepemimpinan Nikson di Taput, saya yakin angka kemiskinan bisa tekan hingga di bawah lima persen," pungkas Tigor saat pembukaan Relawan Pemenangan Djarot-Sihar untuk gubernur dan wagub Sumut, Rabu (7/2).


Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Permohonan Pengosongan Rumah Anak Zulhas Diajukan ke PN Jaktim

Rabu, 01 April 2026 | 18:05

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

Pelaku Penembakan Rombongan Tito Karnavian Diringkus

Jumat, 03 April 2026 | 19:59

UPDATE

Kasus Viral Foto AI di Kalisari Cermin Lemahnya Pengawasan Aparatur

Rabu, 08 April 2026 | 00:14

MSP Raih Penghargaan Proper Emas dan Green Leadership Proper dari KLH

Rabu, 08 April 2026 | 00:04

Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi, Kerugian Capai Rp1,26 Triliun

Selasa, 07 April 2026 | 23:27

Pengawasan Hutan Diperketat Antisipasi El Nino Ekstrem

Selasa, 07 April 2026 | 23:10

Demokrasi seharusnya Mengoreksi, bukan Meruntuhkan Legitimasi Negara

Selasa, 07 April 2026 | 23:00

HKTI Beri Pendampingan Peternak Lokal yang Dirugikan Perusahaan Besar

Selasa, 07 April 2026 | 22:58

Pulihkan Situasi Halmahera Tengah, Masyarakat Diminta Dukung TNI-Polri

Selasa, 07 April 2026 | 22:33

Dony Oskaria: 15 BUMN Logistik Digabung Bulan Depan

Selasa, 07 April 2026 | 22:19

GREAT Institute Dorong Prabowo Reshuffle 50 Persen Menteri di Kabinet

Selasa, 07 April 2026 | 21:59

Menko Yusril soal Kasasi Delpedro Dkk: Bisa Saja MA Putus NO

Selasa, 07 April 2026 | 21:42

Selengkapnya