Berita

Nusantara

Produk Media Bikin Bangsa Lebih Baik

KAMIS, 08 FEBRUARI 2018 | 19:13 WIB | LAPORAN:

Rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2018 di Padang, Sumatera Barat diisi konvensi nasional media massa yang digelar di Hotel Inna Muara, Kamis (8/2).

Diskusi menghadirkan Owner Jawa Pos Grup Dahlan Iskan, CEO PT Visi Media Asia (Viva) Anindya Novyan Bakrie, Komisi Pengawasan Persaingan Usaha (KPPU) Syarkawi Rauf, dan Direktur Eksekutif Media PT The Nielsen Company Indonesia Hellen Katherina.

Dalam kesempatan itu, Anindya mengatakan bahwa peringatan HPN 2018 di Kota Padang tidak saja menjadi ajang promosi daerah. Dengan sendirinya juga mampu meningkatkan roda perekonomian masyarakat.


"Kedatangan delegasi dan ribuan peserta HPN secara tidak langsung membangkitkan geliat perekonomian. Apalagi dihadiri pimpinan media, tokoh-tokoh pers nasional, tamu dalam negeri hingga mancanegara," ujarnya dalam diskusi yang mengangkat tema 'Iklim Bermedia yang Sehat dan Seimbang Serta Mempertahankan Eksistensi Media Massa Nasional dalam Lanskap Informasi Global Terhadap Persaingan Usaha Media Pasca Revolusi Digital.'
 
Menurut putra sulung Aburizal Bakrie itu, ribuan tamu yang datang ke Sumbar juga disuguhi pemandangan alam luar biasa indah, termasuk melihat rumah gadang yang menjadi khas Tanah Minangkabau. Ditambah beragam kuliner khas yang memanjakan lidah para tamu HPN.

"Ini sebuah prestasi bagi pemerintah daerah Sumbar yang sekaligus mampu mengajak presiden berkunjung," jelasnya.

Lanjut Anindya, pers selama ini menjadi bagian demokrasi di Indonesia, bahkan juga menjadi pilar ke empat demokrasi. Karena itu, peringatan HPN merupakan seremoni bersama.

"Meski pers sendiri bagian dari bisnis media, namun hakikatnya produk jurnalistik yang dihasilkan sebuah perusahaan media bisa membuat suatu bangsa jadi lebih baik," imbuhnya.

Direktur Eksekutif Media The Nielsen Company Indonesia Hellen Katherina menambahkan, teknologi internet menjadi platform baru bagi media konvensional. Sebab, durasi menggunakan internet lebih lama dibandingkan dengan media konvensional.

Kondisi itu menuntut pelaku media massa untuk menjaga konten dan isi pemberitaan agar tidak terjerumus kepada informasi palsu atau hoax.

"Jika tidak sigap mencermati pemberitaan akurat, industri media online juga akan berdampak pada laju perusahaan," bebernya.

Ditambahkan Hellen, sampai hari ini meski media digital terus tumbuh, media cetak juga tetap eksis.

"Karena trust adalah alasan utama pembaca membaca media cetak," tegasnya. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

Fuad Hasan Punya Peran Sentral Skandal Korupsi Kuota Haji

Kamis, 09 April 2026 | 16:31

UPDATE

Analis Ungkap 3 Faktor Penentu Reshuffle Kabinet di Era Prabowo Subianto.

Sabtu, 18 April 2026 | 09:43

Harga BBM Non Subsidi Naik, Perrtamax dan Dexlite Nyaris Rp24 Ribu per Liter

Sabtu, 18 April 2026 | 09:18

Menuju Kuartal II-2026: Sektor Furnitur Siap Ambil Alih Kendali Pertumbuhan

Sabtu, 18 April 2026 | 09:08

Harga Emas dan Perak Kompak Menguat di Penutupan Pekan

Sabtu, 18 April 2026 | 08:47

Trump Kembali Kecam NATO, Tegaskan AS Tak Butuh Bantuan di Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 08:30

Harga Minyak Anjlok setelah Hormuz Dibuka

Sabtu, 18 April 2026 | 08:17

Wall Street Hijau: Nasdaq Terbang Tinggi

Sabtu, 18 April 2026 | 08:03

Sempat Viral, Ini Fakta di Balik Visual Balita pada Kemasan AMDK

Sabtu, 18 April 2026 | 07:55

Bursa Eropa Menghijau Efek Pembukaan Kembali Selat Hormuz

Sabtu, 18 April 2026 | 07:41

Hormuz Dibuka tapi AS Tetap Menekan Iran

Sabtu, 18 April 2026 | 07:18

Selengkapnya