Berita

Ilustrasi/The Guardian

Dunia

Tahun 2020, 80 Persen Lansia Jepang Akan Dirawat Oleh Robot

SELASA, 06 FEBRUARI 2018 | 10:59 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Warga lansia di Jepang akan terbiasa dirawat oleh robor di masa depan.

Diperkirakan pada tahun 2025 mendatang, warga lansia di Jepang akan kekurangan 370 ribu pengasuh.

Karena itulah pemerintah Jepang ingin meningkatkan penerimaan masyarakat terhadap teknologi yang dapat membantu memenuhi kesenjangan dalam angkatan kerja keperawatan.


Pengembang telah memfokuskan usaha mereka untuk memproduksi perangkat robot sederhana yang akan membantu penduduk yang lemah keluar dari tempat tidur mereka dan masuk ke kursi roda, atau yang dapat memudahkan lansia masuk ke bak mandi.

Namun pemerintah melihat lebih banyak aplikasi potensial dan baru saja merevisi daftar prioritasnya untuk memasukkan robot yang dapat memprediksi kapan pasien mungkin perlu menggunakan toilet.

Dr Hirohisa Hirukawa, direktur riset inovasi robot di Institut Ilmu Pengetahuan dan Teknologi Industri Nasional Jepang, mengatakan bahwa tujuannya mencakup mengurangi beban staf perawat dan meningkatkan otonomi orang-orang yang masih tinggal di rumah.

"Robotika tidak bisa menyelesaikan semua masalah ini. Namun, robotika akan bisa memberikan kontribusi pada beberapa kesulitan ini," katanya.

Hirukawa mengatakan, perangkat robotika sejauh ini hanya ditempatkan di sekitar 8% panti jompo di Jepang, sebagian karena biayanya dan sebagian karena pola pikir kebanyakan warga Jepang yang masih menggap bahwa perawatan tersebut perlu dilakukan oleh manusia.

"Di sisi mereka yang mendapat perawatan, tentu pada awalnya akan ada perlawanan psikologis," sambungnya.

Pusat penelitian Hirukawa telah mengerjakan proyek yang didukung pemerintah untuk membantu 98 produsen menguji perangkat robot perawatan anak selama lima tahun terakhir, 15 di antaranya telah dikembangkan menjadi produk komersial.

Untuk kepentingan menurunkan biaya dan kerumitan, jenis robot ini belum menyerupai manusia atau berbicara dengan pengguna, namun menyebarkan teknologi cerdas untuk membantu orang dalam situasi tertentu.

Salah satu contohnya adalah bantuan mobilitas yang didorong listrik yang bisa dipegang seseorang saat berjalan di sekitar jalan-jalan kota.

"Di Jepang kita sudah memiliki sepeda motor yang didukung sehingga seperti versi bantuan untuk berjalan," kata Hirukawa saat demonstrasi di Foreign Press Center Japan seperti dimuat The Guardian.

Prioritas penelitian selanjutnya meliputi perangkat bantuan dan teknologi mobilitas yang dapat dipakai yang menuntun orang ke toilet pada saat yang tepat.

Menurut strategi robot Jepang, pemerintah berharap empat dari lima penerima perawatan menerima beberapa dukungan yang diberikan oleh robot pada tahun 2020. [mel]

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

Usai Dimaafkan Jusuf Hamka, KAKI Dorong Polri Buka Kembali Kasus NCD Unibank

Sabtu, 05 September 2026 | 19:53

KPK Sita Rumah Mewah Milik Vinna Ledy Anggraheni di Jaksel

Selasa, 01 September 2026 | 11:03

UPDATE

Pabrik Bioetanol Bakal Diperbanyak, Pemerintah Siapkan Revisi Perpres 40

Selasa, 08 September 2026 | 18:19

BUK Migas Harus Lebih Gesit Kejar Investasi dan Lifting

Selasa, 08 September 2026 | 17:57

Menimbang Ulang Bencana

Selasa, 08 September 2026 | 17:41

Pemerintah Harus Antisipasi Kekeringan dan Gagal Panen akibat El Nino

Selasa, 08 September 2026 | 17:34

Purbaya soal Utang Whoosh Dicicil 80 Tahun: Kita Udah Mati, Santai Aja!

Selasa, 08 September 2026 | 17:23

KPK Panggil Anggota DPRD Hingga Pengurus Golkar Jateng di Kasus Bupati Pemalang

Selasa, 08 September 2026 | 17:14

Masa Jabatan Kapolri: Open Legal Policy atau Celah Subjektivitas?

Selasa, 08 September 2026 | 16:47

Rusia dan Korea Utara Buka Jembatan Darat Pertama di Perbatasan

Selasa, 08 September 2026 | 16:40

RUU Pemilu Jangan Keluar dari Filosofi Dasar Demokrasi

Selasa, 08 September 2026 | 16:34

Purbaya Curhat Suka Duka jadi Menkeu, Berat Badan Sempat Turun 14 Kg

Selasa, 08 September 2026 | 16:31

Selengkapnya