Berita

Bocah Argentina/net

Nusantara

Bocah Lucu Asal Argentina Dilarikan Ayah Biologis Ke Toraja

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 20:35 WIB | LAPORAN:

Alum Langone Avalos (7) dilaporkan berada di Toraja, Sulawesi Selatan bersama ayah biologisnya Jorge Langone (41) dan pacarnya, Candela Guiterrez (35).

Bocah lucu hasil hubungan antara Elizabeth Avalos (27) dengan Langone itu masih belum berhasil diamankan sejak diduga dilarikan sang ayah beberapa bulan lalu.

"Informasi warga Enrekang (Sulsel), bernama Agus, anak saya dibawa Jorge ke Toraja," ungkap Avalos kepada wartawan dalam konferensi pers di Kedutaan Besar (Kedubes) Argentina, Menara Thamrin, Jakarta Pusat, Senin (5/2).


Menurut keterangan dari Agus, Langone dan Gutierrez mengaku tidak memiliki uang. Sehingga, terpaksa menumpang tinggal di kediamannya selama tiga hari sejak Selasa (30/1) lalu. Orang-orang merasa kasihan saat melihat Alum kerap menangis.

"Karena warga merasa iba dengan anak saya Alum yang terus menangis," tutur Avalos.

Namun, Agus mengantarkan ketiganya ke Hotel Sadindo yang masih di wilayah Enrekang, untuk bermalam di sana, Jumat (2/2). Namun, mereka hanya satu malam di hotel tersebut.

"Kemudian mereka diantarkan ke salah satu hotel dan menginap semalam. Pak Agus bilang, mereka berencana akan ke Toraja. Tapi, berpotensi kembali ke Enrekang. Karena anak saya suka pemandangan di sana," papar Avalos.

Avalos melalui Kedubes Argentina mengaku sudah berkoordinasi dengan pihak kepolisian Indonesia. Selain itu, Langone juga berstatus buron interpol terkait kasus dugaan melarikan anak di bawah umur.

Untuk diketahui, pelarian Langone dan Gutierrez bermula sejak Juni 2017 dengan membawa kabur Alum dari sekolahnya di Argentina.

Mereka sudah berpindah-pindah negara, mulai dari Bolivia, Brasil, Malaysia, hingga Indonesia. Selama pelariannya, Langone juga mengaku sebagai warga negara Amerika, Spanyol atau Meksiko. Dengan nama samaran, Jose, dan berbagai nama lainnya.

Avalos dan Langone, diketahui sempat hidup bersama tanpa pernikahan di Argentina selama dua tahun, sebelum akhirnya berpisah, pada 2013. Berdasarkan keputusan pengadilan Argentina, hak asuh Alum jatuh ke tangan Elizabeth karena Langone mencoba mengambil paksa gadis lugu tersebut.

Pihak kedutaan meminta kepada seluruh masyarakat untuk segera memberikan informasi jika melihat keberadaan Alum. Cirinya, berkulit putih, rambut cokelat panjang dengan tinggi badan 100cm. Sedangkan Langone berperawakan tinggi, rambut gondrong dan keriting. Serta Gutierrez, rambut sebahu dan berwajah bulat.

Informasi terkait Alum dan kedua pasangan tersebut dapat disampaikan melalui nomor darurat Kedubes Argentina 021-2303061 atau 0816-919121. [san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya