Berita

Banyuwangi Festival/net

Nusantara

Azwar Anas Kampanyekan Toilet Bersih Dan Sedekah Oksigen

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 19:39 WIB | LAPORAN:

Agenda wisata Banyuwangi Festival 2018 telah dimulai. Festival Toilet Bersih dan Sedekah Oksigen menjadi even pembuka kalendar wisata yang tahun ini berjumlah 77 atraksi tersebut. Dua festival ini dihelat di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh, Senin (5/2).

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, agenda Festival Toilet Bersih dan Sedekah Oksigen merupakan komitmen daerah terhadap upaya mewujudkan destinasi yang nyaman, bersih, dan hijau.

“Kami berikhtiar untuk menghadirkan layanan pariwisata yang komprehensif. Pesona alam boleh luar biasa, atraksi seni-budaya bisa spektakuler, tapi tanpa kebersihan termasuk toilet, semua bisa saja jadi sia-sia,” papar Anas.


Dalam Festival Toilet Bersih dan Sedekah Oksigen ini, masyarakat dilibatkan dalam menjaga kebersihan dan keasrian daerah. Lomba kebersihan toilet digelar mulai tingkat RT, perumahan, sekolah, fasilitas publik, pesantren, tempat ibadah, hingga destinasi wisata.

Seperti toilet yang ada di SDN 2 Alas Malang. Meskipun berada di desa, sekolah ini toiletnya bagus, pencahayaannya cukup dan kebersihannya terjaga.

“Kebersihan toilet ini akan terus kami kampanyekan, khususnya di ruang-ruang publik,” cetus Anas.

Lokasi dua ajang pembuka Banyuwangi Festival tersebut ada di Desa Alasmalang, Kecamatan Singojuruh ini merupakan arena tradisi Kebo-keboan yang tiap tahunnya menyedot ribuan wisatawan. Warga desa ini telah ajeg menggelar ritual Kebo-keboan sejak puluhan tahun lalu hingga berkembang menjadi atraksi yang menarik bagi wisatawan.

“Partispasi warga desa ini sangat tinggi, dan ritualnya sangat kuat di sini. Ini bisa menjadi cikal bakal desa wisata Banyuwangi. Untuk itu, kami ingin mengapresiasi warga di sini dengan cara menggelar ajang perdana Banywuangi Festival di Desa Alasmalang,” jelas Anas.    

Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Husnul Chotimah mengatakan, Gerakan Sedekah Oksigen yang diluncurkan sejak 2013, saat ini telah berhasil menanam 6,7 juta pohon.

“Itu yang terdata, belum yang swadaya masyarakat. Pastinya lebih banyak. Sebagian pohon yang ditanam adalah yang mempunyai dampak ekonomi ke warga, terutama beragam komoditas hortikultura seperti durian merah,” kata Husnul. [san]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya