Berita

Net

Hukum

Demokrat Minta Firman Wijaya Buktikan Ucapannya

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 14:22 WIB | LAPORAN:

Firman Wijaya diminta membuktikan pernyataannya yang menyebut Presiden RI ke-VI Susilo Bambang Yudhoyono dan Partai Demokrat terlibat korupsi proyek pengadaan KTP-el.

Sekretaris Advokasi Bantuan Hukum Partai Demokrat Ardy Mbalembout meminta bukti ucapan Firman yang disampaikan di luar persidangan.

"Sesuai dengan apa yang dilansir oleh beberapa media, kami punya lampirannya. Itu menyampaikan di luar persidangan bahwa ada pertai besar, nama bapak SBY dibawa, nama Partai Demokrat dibawa untuk mengatur proyek e-KTP ini. Pertanyaan kami ini silahkan, buktinya mana," jelasnya di Grand Slipi Tower, Jakarta, Senin (5/1).


Menurut Ardy, Advokasi Bantuan Hukum Demokrat sudah meminta konfirmasi dari pihak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait pernyataan yang dilontarkan kuasa hukum mantan Ketua DPR RI Setya Novanto tersebut.

Namun demikian, pihak KPK mengkonfirmasi bahwa yang disebutkan oleh Firman tidak ada kaitannya dengan skandal korupsi KTP-el.

"Kami sudah konfirmasi dengan KPK. KPK sendiri dalam hal ini tidak pernah berpikir, jangankan menyidik, berpikir pun belum kayak gitu. Berarti kan dia (Firman Wijaya) mendahului proses hukum," tegas Ardy. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

UPDATE

IHSG Merah, Rupiah Tembus Rp17.130 Usai Negosiasi AS-Iran Gagal

Senin, 13 April 2026 | 10:15

Kebangkitan Saham AI Asia: Investor Global Mulai Agresif Pasca-Redanya Tensi Geopolitik

Senin, 13 April 2026 | 10:02

Kasus Tas Branded Dicuri, EcoRing Diminta Tak Lepas Tangan

Senin, 13 April 2026 | 10:02

AS Blokade Kapal yang Keluar Masuk Pelabuhan Iran Mulai Hari Ini

Senin, 13 April 2026 | 09:52

Pembangunan Kawasan Legislatif dan Yudikatif IKN Terus Dikebut

Senin, 13 April 2026 | 09:43

Feel Good Network Bidik Pasar Ekonomi Digital Asia Tenggara

Senin, 13 April 2026 | 09:24

Australia Tolak Gabung Blokade AS di Selat Hormuz

Senin, 13 April 2026 | 09:21

PM Viktor Orban Tumbang setelah 16 Tahun Berkuasa

Senin, 13 April 2026 | 09:18

Tidak Ada Ajaran Kristen Benarkan Membunuh Sebagai Jalan Spiritual

Senin, 13 April 2026 | 09:16

Ubah Krisis Jadi Peluang: Strategi Indonesia Perkuat Ketahanan Ekonomi

Senin, 13 April 2026 | 09:09

Selengkapnya