Berita

Net

Nusantara

Ini Penyebab Bendung Katulampa Siaga Satu

SENIN, 05 FEBRUARI 2018 | 10:32 WIB | LAPORAN:

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hujan deras yang berlangsung sejak Minggu (4/2) di wilayah hulu Sungai Ciliwung menyebabkan status Bendung Katulampa meningkat jadi Siaga 1.

"Tinggi muka air di Bendung Katulampa telah mencapai 220 centimeter pada Senin (5/2) pukul 08.30 WIB sehingga berstatus siaga satu atau tingkat tertinggi," jelas Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho.

Dia mengatakan, status Siaga 1 di Bendung Katulampa ditetapkan bila tinggi muka air Sungai Ciliwung di atas 200 centimeter. Pada pukul 09.00 WIB, tinggi muka air naik menjadi 230 centimeter, kemudian pada pukul 09.05 WIB menjadi 240 centimeter.


"Hujan masih berlangsung di wilayah Bogor sehingga dapat menambah debit banjir Sungai Ciliwung. Dengan status siaga satu Bendung Katulampa maka warga di sekitar Sungai Ciliwung diimbau untuk waspada," ujar Sutopo.

Masyarakat yang tinggal di pinggir bantaran Sungai Ciliwung di wilayah Bogor seperti di Katulampa, Sukasari, Baranangsiang, Babakan Pasar, Sempur, Pabaton, Kedung Badak, dan Kedung Halang diminta tidak melakukan kegiatan di sekitar sungai.

Begitu pula masyarakat di sekitar bantaran Sungai Ciliwung di daerah Depok.

"Diperkirakan sekitar sembilan jam debit banjir akan sampai di Pintu Air Manggarai, Jakarta," kata Sutopo.

Banjir di ibu kota diperkirakan akan menggenangi bantaran sungai di wilayah Srengseng Sawah, Rawajati, Kalibata, Pengadegan, Pejaten Timur, Kebon Baru, Bukit Duri, Balekambang, Cililitan, Bidara Cina, dan Kampung Melayu.

"Diperkirakan banjir tidak akan besar dan meluas karena hujan tidak merata. Banjir hanya akan terjadi di pemukiman di bantaran sungai. Daerah-daerah lain masih aman," demikian Sutopo. [wah]

Populer

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

UPDATE

Sekolah Rakyat Jadi Senjata Putus Rantai Kemiskinan

Sabtu, 18 April 2026 | 20:05

Megawati: Lemhannas Bukan Lembaga Pencetak Sertifikat

Sabtu, 18 April 2026 | 19:36

Bahaya Judi Online, Hadir Seperti Permainan dengan Keuntungan

Sabtu, 18 April 2026 | 19:09

Sidak Gudang Bulog, Prabowo Cek Langsung Stok Beras di Magelang

Sabtu, 18 April 2026 | 18:52

Megawati Minta Hak Veto PBB Dihapus, Pancasila Masuk Piagam Dunia

Sabtu, 18 April 2026 | 18:27

Perempuan Bangsa Gelar Aksi Nyata Tanam Pohon untuk Jaga Lingkungan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:43

Perjuangan Fraksi PKB untuk Pesantren Berbuah Penghargaan

Sabtu, 18 April 2026 | 17:10

PDIP: Jangan Sampai Indonesia Dianggap Proksi Kekuatan Global

Sabtu, 18 April 2026 | 16:37

wondr Kemala Run 2026, Peserta Berlari Sambil Berbagi

Sabtu, 18 April 2026 | 16:21

Menggugat Algoritma, Pentingnya Lampaui Dogmatisme Hukum Klasik

Sabtu, 18 April 2026 | 15:48

Selengkapnya