Berita

Jantung/net

Kesehatan

Waspada Penyakit Kelainan Irama Jantung

KAMIS, 01 FEBRUARI 2018 | 21:40 WIB | LAPORAN:

Penyakit Jantung merupakan salah satu penyakit penyebab kematian yang paling banyak di dunia. Ada beberapa jenis yang harus diwaspadai, antara lain kelainan irama jantung dan penyakit jantung koroner.

Wakil Chairman Siloam Heart Institute (SHI) dr. Antono Sutandar mengatakan, Atrial Fibrilasi (AF) merupakan kelainan irama jantung kamar atas (atrium) yang umum terjadi di Indonesia. Salah satu gejala AF yang paling mudah dikenali adalah detak jantung yang tidak teratur.

“Detak jantung ini bisa cepat, lambat, atau kombinasi cepat dan lambat. Jika AF itu cepat dapat disertai dengan keluhan gagal jantung, seperti sesak napas dan cepat lelah. Jika lambat disertai dengan keluhan seperti mau pingsan dan kehilangan kesadaran sementara,” ujar Antono kepada wartawan di Siloam Hospitals Kebon Jeruk (SHKJ), Jakarta, Kamis (1/2).


Pencetus kelainan irama jantung dapat berupa kelainan tiroid; kelainan atrium yang membesar akibat hipertensi, kelainan katup jantung, atau jantung yang lemah; dan sebagian kecil disebabkan oleh kelainan genetik.

Prevalensi pasien AF semakin meningkat seiring bertambahnya usia. Usia di atas 75-80 tahun dengan prevalensi 10-15%. Baik AF yang terus menerus (Persistent AF) dan/ atau AF yang hilang timbul (Paroxysmal AF) disertai dengan risiko stroke yang meningkat.

Risiko stroke akan meningkat jika penderita ada keluhan gagal jantung, hipertensi, diabetes; berusia lanjut di atas 75 tahun; memiliki sejarah stroke sebelumnya; dan ada penyempitan pembuluh darah otak, jantung, atau kaki.

“Sementara itu, Penyakit Jantung Koroner (PJK) disebabkan oleh penyempitan/ penyumbatan pembuluh darah koroner jantung yang membuat jantung kekurangan oksigen dan nutrisi untuk memompa darah,” ujarnya.

Penyempitan atau penyumbatan ini, kata dia, terjadi karena adanya proses penumpukan lemak di dinding pembuluh darah yang berlangsung secara bertahap. Keluhan penderita penyakit jantung koroner bervariasi umumnya berupa nyeri dada yang dirasakan di daerah bawah tulang dada agak ke sebelah kiri dengan rasa seperti beban berat, ditusuk-tusuk, rasa terbakar yang kadang menjalar ke rahang, lengan kiri, dan ke belakang punggung, serta disertai keringat yang banyak.

Sementara itu, dr. Maizul Anwar, SpBTKV yang merupakan chairman SHI mengatakan awalnya, kateterisasi dilakukan untuk mengetahui keadaan pembuluh otot jantung, ruang jantung, ukuran tekanan dalam jantung, dan pembuluh darah otot jantung dengan menggunakan selang kecil (kateter) dan sinar X di ruang kateterisasi (cath lab). Selanjutnya, melalui kateter yang sama dapat dilakukan pemasangan stent atau Percutaneous Coronary Intervention (PCI) untuk melebarkan penyempitan pembuluh darah koroner jantung. Stent memiliki diameter 2-4 milimeter yang elastis untuk disesuaikan dengan bentuk pembuluh darah koroner. Jumlah stent yang dipasang bergantung pada kondisi penyempitan pembuluh darah pasien.

”Pada kondisi pasien tertentu, operasi Coronary Artery Bypass Graft (CABG) lebih dianjurkan untuk membuat pembuluh darah baru dari aorta (pembuluh nadi besar) melewati pembuluh darah koroner yang menyempit sehingga otot-otot jantung mendapat pasokan darah yang cukup untuk kebutuhan kerja jantung,” demikian Maizul. [san]

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Gibran Tanpa Ijazah

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:26

Prabowo dan Presiden FIFA Bakal Saksikan Laga Indonesia Versus Thailand

Senin, 05 Oktober 2026 | 00:07

GPNN: Listyo Berhasil Ubah Kultur Kerja Polri

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:47

Wantimpres Bukan Sekadar Membenarkan Keputusan Kekuasaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:20

Indonesia Akhiri Asian Games 2026 dengan 5 Emas

Minggu, 04 Oktober 2026 | 23:03

95 Persen Aspirasi Buruh Diklaim Masuk RUU Ketenagakerjaan

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:45

DPR Yakin Merger BUMN Mampu Dongkrak Dividen

Minggu, 04 Oktober 2026 | 22:19

Putusan Sidang Etik Mantan Kasat Reskrim Jakpus Dipertanyakan Kuasa Hukum

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:56

Densus 88 Sikat 11 Tersangka Terorisme di Enam Provinsi

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:35

Ketum PPP Targetkan Satu Fraksi di DPRD Surabaya pada Pemilu 2029

Minggu, 04 Oktober 2026 | 21:23

Selengkapnya