Keberanian Presiden Jokowi yang tetap berkunjung ke Afghanistan pasca terjadi teror bom maut di Kabul, Ibu Kota Afganistan, diapresiasi.
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat Ikatan Pesantren Indonesia (DPP IPI) KH. Zaini Ahmad mengatakan hal itu membuat Indonesia boleh berbangga punya Kementerian Luar Negeri yang bisa meyakinkan ke Presiden bahwa rangkaian kunjungan aman dan tidak akan terjadi apa-apa.
"Presiden Jokowi berani ambil resiko dengan semua kemungkinan bahaya yang terjadi, sebagai bangsa dan rakyat Indonesia kita patut bangga punya pemimpin yang punya mental dan kepedulian yang tinggi," tuturnya kepada wartawan, Selasa (30/1).
Pangasuh Pondok Pesantren Al-Ikhlas yang biasa disapa Gus Zaini ini mengungkapkan kunjungan Presiden Jokowi juga menunjukkan pesan bahwa Islam wajib berdamai dan pantas memimpin dunia, perdamaian.
"Langkah Presiden Jokowi bisa diikuti oleh negara-negara dunia untuk menyampaikan pesan yang sama bahwa menjaga perdamaian dunia adalah tugas bersama," katanya.
Sebelumnya, Jokowi mengungkap alasan tetap mengadakan kunjungan ke luar negeri. Seperti yang dia sampaikan di depan Parlemen Pakistan, Jumat (26/1) lalu, umat Islam adalah korban terbanyak dari konflik, perang, dan terorisme.
"Datanya sangat memprihatinkan: 76 persen serangan teroris terjadi di negara muslim dan 60 persen konflik bersenjata di dunia terjadi di negara muslim. Lebih jauh lagi, jutaan saudara-saudara kita harus keluar dari negaranya untuk mencari kehidupan yang lebih baik, 67 persen pengungsi berasal dari negara muslim," kata Jokowi lewat akun Facebook resminya.
Menurut Jokowi, ancaman radikalisme dan terorisme terjadi di mana-mana di hampir seluruh negara di dunia. Tidak ada satu pun negara yang kebal, termasuk Indonesia, Pakistan, dan Afghanistan.
"Apakah kita akan biarkan kondisi yang memprihatinkan ini terus berulang terjadi? Tentu tidak. Kita tidak boleh membiarkan negara kita, dunia, berada dalam situasi konflik. Penghormatan kita kepada kemanusiaan, kepada humanity, seharusnya yang menjadi pemandu kita dalam berbangsa dan bernegara," tegasnya.
[dem]