Berita

Hukum

Usut HGB Reklamasi, KPK Jangan Kalah Dari Polisi

SELASA, 30 JANUARI 2018 | 17:52 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) jangan kalah langkah dari kepolisian. Dalam pengusutan skandal penerbitan sertifikat pulau reklamasi teluk Jakarta, komisi anti rasuah diminta segera menetapkan tersangka.

"KPK lebih dulu menangani kasus ini makanya perlu segera menuntaskan penyelidikan dan secepatnya mengumumkan siapa tersangkanya," kata Ketua Umum Koalisi Rakyat Pemerhati Jakarta Baru (Katar), Sugiyanto, kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (30/1).

Sgy, demikian Sugiyanto disapa, menyayangkan KPK kalah serius dari kepolisian dalam mengusut kasus ini. Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya sudah melayangkan surat pemeriksaan terhadap Menteri ATR/BPN Sofyan Djalil sementara pengusutan di KPK terkesan jalan di tempat.


Sofyan seharusnya menjalani pemeriksaan, Senin (29/1) kemarin. Pemeriksaan Sofyan terkait proses penentuan Hak Pengelolaan Lahan (HPL) sampai penerbitan Hak Guna Bangunan (HGB) pulau reklamasi. Pemeriksaan ditunda karena menteri yang dekat dengan Wapres JK ini sedang mengambil cuti. Polisi sudah mengatur ulang agenda pemeriksaan Sofyan (baca: klik di sini).

Sgy yakin tak sulit bagi KPK mencari alat bukti. Apalagi Ketua KPK Agus Rahardjo pada Agustus 2017 menyebut penerbitan sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) Pulau C, D, dan G terburu-buru. Pernyataan Agus ini sudah pasti didasari bukti-bukti awal penyelewengan.

"KPK sudah teruji menangani kasus-kasus rumit. Tentu untuk kasus ini KPK bisa melakukan kerja-kerja penyelidikan dan penyidikan dengan profesional," katanya.

Kasus terkait sertifikat HGB pulau reklamasi menurut dia lebih pas ditangani KPK. Selain kasusnya besar karena diduga melibatkan menteri dan pengembang-pengembang kakap, KPK bisa lebih independen dalam pengusutannya.

"Polri bagian dari pemerintah, kalau periksa menteri bisa muncul conflict of interest," katanya.

Desakan agar KPK menuntaskan pengusutan penerbitan HGB pulau reklamasi disampaikan Ketua Pendiri Indonesian Audit Watch (IAW) Junisab Akbar. Ua meminta KPK segera mewujudkan kinerja penyidikan sebab Ketua KPK sudah melihat hal yang tidak lazim dimana HGB diproses dengan terburu-buru.

KPK menurut dia perlu memeriksa Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Provinsi DKI Heru Budi Hartono sebagai pihak yang mengajukan permohonan. Dari Heru bisa diketahui apakah pengajuan memenuhi persyaratan terbitnya HPL.

"Jika persyaratannya tidak lengkap tetapi kemudian Sofyan Djalil menerbitkan HPL, itu namanya penyimpangan yang prinsip," kata Junisab.

Selain itu menurut dia, KPK perlu juga mengusut peran tenaga ahli Sofyan Djalil berinisial LCW.

"Periksa dong, sehingga tidak hanya sekedar mengatakan penerbitan HGB terburu-buru tetapi memang masuk dalam kategori tindak korupsi," tukas Junisab (baca: klik di sini).[dem]

Populer

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

Jokowi Tinggalkan Jejak Buruk bagi Masyarakat Adat Lampung

Rabu, 01 Juli 2026 | 04:23

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

KPK Dikabarkan Kembali Gelar OTT di Sumut

Kamis, 02 Juli 2026 | 20:50

KPK Gelar OTT di Kabupaten Kuantan Singingi Riau

Senin, 29 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Wacana Penyeragaman Kemasan Bikin Pusing Industri Hasil Tembakau

Selasa, 07 Juli 2026 | 00:08

Komisi IV DPR Siapkan Tim Investigasi Tailing Freeport di Timika

Senin, 06 Juli 2026 | 23:58

MSBI-Apkasi Kolaborasi Kembalikan Kejayaan Sepak Bola RI

Senin, 06 Juli 2026 | 23:36

Korupsi Batu Bara Biang Kerok Blackout di Sejumlah Wilayah Indonesia

Senin, 06 Juli 2026 | 23:30

75 Persen Kredit Pensiunan Kini Bidik Kegiatan Usaha

Senin, 06 Juli 2026 | 23:07

RUU HAM Masih Lemah Melindungi Hak Perempuan

Senin, 06 Juli 2026 | 22:56

Tukar Pikiran Bola Nasional

Senin, 06 Juli 2026 | 22:45

Survei Terbuka IndexMundi, Burhanuddin Muhtadi Beberkan Cacat Metodologi Riset Online

Senin, 06 Juli 2026 | 22:39

Polri Minta Bandar Narkoba Penyerang Anggota Polres Katingan Serahkan Diri

Senin, 06 Juli 2026 | 22:21

Menaker Pastikan Isu PHK TikTok-Tokopedia Tuntas

Senin, 06 Juli 2026 | 22:20

Selengkapnya