Berita

Foto/RMOL

Kesehatan

Bukan Berarti Rokok Elektrik Tidak Beresiko

SABTU, 27 JANUARI 2018 | 13:30 WIB | LAPORAN:

. Dr. drg. Amaliya Msc. PhD dari Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik (YPKP) Indonesia mengugkapkan tar dari rokok elektrik (vape) lebih aman dibandingkan dengan pembakaran rokok konvensional.

"Vape itu menggunakan teknologi yang dipanaskan bukan dibakar sehingga tar, senyawa karsinogenik berbahaya hasil pembakaran pada rokok biasa bisa dikurangi. Bukan berarti dengan vape tidak ada resiko," kata dia dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu, (27/1).

Kemudian dijelaskannya, beberapa penelitian, salah satunya dari Publik Healthy England (PEH) mengungkapkan bahwa produk tembakau yang dipanaskan dapat menurunkan resiko kesehatan hingga 95 persen.


"Kalau rokok biasa bahayanya 100 persen. Rokok elektrik sebanyak 5 persen," ungkap Amaliya.

Meski aman, dirinya menilai penggunaan vape bisa mengganggu masyarakat yang memang tidak menyukai asap yang berlebihan dari vape, namun hal itu lebih aman dibandingkan dengan rokok konvensional.

"Kalau alat harus terstandarisasi, biasanya batrenya yang meledak. Resiko, tetap ada karena beberapa orang terganggu dengan uap yang berlebihan tetapi dibanding asap rokok itu turun resikonya," tutup Amaliya. [rus]

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

Febrie Bisa Diamuk Koruptor Lain Jika Ditahan di Rutan Kejaksaan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:18

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

Rismon Sianipar Bisa Menangkan Sayembara Rp100 Juta dari Denny Indrayana

Rabu, 12 Agustus 2026 | 05:19

Warga Gembira TransJakarta Layani Rute Kepulauan Seribu

Selasa, 11 Agustus 2026 | 06:10

UPDATE

Rakornas BEM KSI Bawa Misi Besar

Jumat, 21 Agustus 2026 | 20:08

BNPB Catat 8 Provinsi Terjadi Karhutla Selama 2 Hari, Wilayah IKN Jadi Prioritas

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:52

Menkop Dorong Anak Muda Malang Bentuk Koperasi untuk Perkuat Usaha

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:51

Gus Yaqut Seret Pemerintah Arab Saudi demi Bantah Dakwaan KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:48

Kinerja Menhut Atasi Karhutla Dipertanyakan, Hukum Cuma Tajam ke Bawah?

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:34

BRI Group Kelola Ekosistem Emas 153 Ton melalui Ekosistem Ultra Mikro

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:23

Belajar dari Kehancuran Harappa

Jumat, 21 Agustus 2026 | 19:09

Pertarungan Para King Maker dan Super-Konektor Belakang Layar Pilpres 2029

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:29

Petinggi PT Pakuwon Jati Diperiksa KPK

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:28

Semua Elemen Masyarakat Harus Jaga Jakarta Tetap Kondusif

Jumat, 21 Agustus 2026 | 18:05

Selengkapnya