Berita

Yesser Arafat/Net

Dunia

Demi Bunuh Yasser Arafat, Israel Pernah Bersiap Ledakkan Pesawat Penumpang

JUMAT, 26 JANUARI 2018 | 07:43 WIB | LAPORAN: AMELIA FITRIANI

Israel pernah mempersiapkan sejumlah plot pembunuhan pemimpin Palestina Yasser Arafat. Salah satu di antaranya adalah rencana untuk meledakkan pesawat penumpang dan stadion sepak bola.

Begitu seperti yang tertuang dalam buku baru yang ditulis oleh wartawan investigasi Israel Ronen Bergman baru-baru ini. Buku tersebut berjudul "Rise and Kill First: The secret history of Israel’s targeted killings".

Kutipan buku tersebut dipublikasikan oleh media The New York Times pekan ini.


Menurut Bergmen, dalam buku tersebut, ketika mantan Perdana Menteri Israel Ariel Sharon menjabat sebagai Menteri Pertahanan, dia memerintahkan tentara Israel untuk menembak jatuh sebuah pesawat penumpang yang semula direncanakan akan ditumpangi Arafat.

Pada saat itu, Arafat adalah ketua Organisasi Pembebasan Palestina. Namun demikian, rencana tersebut akhirnya dibatalkan, namun plot itu diduga menjadi salah satu daftar rencana untuk membunuh pemimpin Palestina tersebut.

"Saya menemukan bahwa sejak Perang Dunia II, Israel telah menggunakan pembunuhan dan target-pembunuhan lebih banyak daripada negara lain di Barat, dalam banyak kasus membahayakan kehidupan warga sipil," kata Bermen di NYT.

Dia menjabarkan dalam bukunya bahwa dalam percobaan pembunuhan yang lain pada bulan Oktober 1982, badan intelijen Israel, Mossad, dilaporkan mengemukakan pandangannya pada sebuah pesawat yang membawa 30 anak-anak yang terluka, korban pembantaian Sabra dan Shatila oleh milisi Phalange di sebuah kamp pengungsi Palestina di Lebanon.

Menurut buku tersebut, Tsomet, unit Mossad yang merekrut aset di luar negeri, telah mendengar Arafat akan naik pesawat dari Athena ke Kairo. Sedangkan Caesarea, unit Mossad yang bertanggung jawab atas pembunuhan yang ditargetkan, mengirim dua petugas untuk menunggu di bandara Athena.

Pesawat tempur F-15 ditempatkan dalam posisi waspada. Mossad akhirnya menyadari bahwa pria itu bukan Arafat, tapi saudaranya yang membawa anak-anak Palestina yang terluka ke Kairo untuk perawatan medis. Akhirnya plot itu pun batal.

Bergmen pertama kali mendengar rencana pembunuhan tersebut di tahun 2011.

Dalam kasus lain yang terperinci dalam buku ini, jet tempur mengelilingi penerbangan komersial dari Yordania ke Tunisia, sementara dalam insiden lain, mereka mengganggu komunikasi Boeing 707.

Buku tersebut dibuat setelah Bergman berbicara kepada ratusan pejabat intelijen dan pertahanan dan mempelajari dokumen rahasia.

"Yang mengungkapkan sejarah tersembunyi, yang mengejutkan bahkan dalam konteks reputasi Israel yang sudah galak," tambahnya seperti dimuat ulang Russia Today. [mel]

Populer

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

Langgar HAM, Segera Tangkap Taufik Hidayat dan Dihukum Setimpal!

Senin, 22 Juni 2026 | 15:05

UPDATE

Menhub Prioritas Program dan Anggaran untuk Tingkatkan Keselamatan Transportasi

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:51

DPR Yakin Potongan Aplikasi 8 Persen Bikin Driver Makin Sejahtera

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:48

Kuasa Hukum Pertanyakan Status Tersangka Raudi Akmal

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:25

Nasib Ribuan Pekerja Moker Freeport Diadukan ke Kementerian HAM

Rabu, 24 Juni 2026 | 21:09

Gus Yaqut Dibantarkan ke Rumah Sakit Polri

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:58

Dirjen Imigrasi Paparkan Tiga Pilar Penguatan Perbatasan Indonesia di Siem Reap

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:29

Legislator Golkar Apresiasi Dividen PT Telkom Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:15

Connie Minta Jokowi Diadili Terkait Kebijakan IKN

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:12

Kuliner Potensi Perkuat Pariwisata di Kancah Internasional

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:53

Harta Kekayaan Menperin Agus Gumiwang Naik 23,2 Persen, Utang Nyaris Rp100 Miliar

Rabu, 24 Juni 2026 | 19:51

Selengkapnya