Berita

Marianus Sae/Net

Nusantara

PILGUB NTT

Fitnah Hamili Pembantu Tak Mengganggu Marianus Sae

RABU, 24 JANUARI 2018 | 17:55 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Memasuki tahun politik 2018, masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) diminta lebih cerdas dalam memilih. Salah satunya, dengan tidak termakan isu-isu yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya.

Selain itu, media massa juga diminta untuk tidak menyebarkan berita yang tidak valid dan provokatif sehingga bisa memancing suhu politik yang memanas.

Demikian disampaikan Jack Mite, tokoh masyarakat Kabupaten Ngada sekaligus tim pendukung Calon Gubernur NTT Marianus Sae.


"Saat ini, banyak sekali isu yang beredar di masyarakat terkait Pilkada NTT. Dan yang paling banyak menyita perhatian publik adalah isu moral, yang sengaja dimainkan pihak tertentu untuk menjatuhkan lawan mainnya. Tapi saya yakin, masyarakat sudah cerdas dalam memilih," ujar Jack melalui sambungan telepon, Rabu (24/1).

Menurut Jack, isu moral yang berkembang terhadap cagub Marianus Sae sudah melampaui batas bahkan cenderung fitnah. Sebab, isu tersebut sudah diklarifikasi berkali-kali oleh Marianus Sae.

"Maka, isu moral yang seperti itu menjadi tidak penting. Yang terpenting, bagaimana masyarakat bisa memilih calonnya secara cerdas dan rasional. Untuk wilayah NTT, di mana mayoritasnya adalah masyarakat pedesaan, sudah pasti tidak akan termakan isu moral tersebut," tegas Jack.

Ramai diberitakan sebelumnya, Forum Komunikasi Penyelamat Moralitas Bangsa (FKPMB) pernah mengungkapkan bahwa Marianus Sae memiliki hubungan gelap atau berselingkuh dengan pembantunya berinisial MNS atau N. Hubungan itu bahkan menyebabkan sang pembantu hamil dan melahirkan seorang anak berinisial PR.

Sementara Marianus Sae sudah sejak lama membantah tuduhan skandal seks dengan pembantunya ini. Selain melalui berbagai media, ia juga telah mengklarifikasi melalui video yang diunggah di laman Youtube pada 29 Oktober 2013. Dalam video itu, Marianus berbicara di hadapan warga masyarakat.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya