Berita

Keira Knightley/Net

Blitz

Keira Knightley, Tolak Film Kekinian

SENIN, 22 JANUARI 2018 | 11:57 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Keira Knightley menyatakan enggan bermain film dengan latar waktu modern seperti saat ini. Pernyataan itu ia sam­paikan menyusul banyak film kekinian menampilkan sosok perempuan yang diperkosa.

"Saya tidak terlalu banyak tahu soal film. Saya tidak ber­peran dalam film dengan set modern karena karakter perem­puan hampir selalu diperkosa," kata Knightley.

Kerap bermain dalam film dengan latar waktu di masa lampau seperti Imitation Games yang berlatar dekade 50an atau Pirates of the Carribean yang berlatar imaji, Knightley merasa­kan perlakuan terhadap karakter perempuan di masa itu jauh lebih baik dibandingkan film dengan latar waktu era saat ini.


"Saya selalu menemukan hal tidak menyenangkan bagaimana sosok perempuan digambarkan. Sedangkan saya sering mendap­at tawaran karakter yang sangat menginspirasi pada film dengan set masa lalu."

Menurut Knightley, saat ini karakter perempuan digam­barkan lebih baik pada se­rial televisi, terutama pada serial garapan rumah produksi layanan streaming.

"Saya pernah dikirimkan naskah dengan set modern (oleh rumah produksi stream­ing) yang tidak ada pemerko­saan perempuan pada lima halaman pertama dan perem­puan tidak hanya menjadi pacar atau istri yang dicintai," lanjutnya.

Wanita 32 tahun bertubuh kurus ini mengaku prihatin dengan skandal pelecehan sek­sual yang terjadi belakangan ini di Hollywood.

"Saya bukan berbicara soal pemerkosaan, namun saya berbi­cara soal orang yang telah diraba di tempat umum, atau payudara mereka dilecehkan oleh orang yang tak mereka kenal atau seseorang mengangkat rok mer­eka." lanjutnya. ***

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya