Berita

Foto: RMOL Jabar

Nusantara

PILGUB JABAR

Sudah Berpengalaman, Aher Yakin Jabar Aman

KAMIS, 18 JANUARI 2018 | 18:59 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan, menyebut semua persiapan pengamanan Pemilihan Kepala Daerah Serentak di Jabar sudah terlaksana dengan baik.

Tegasnya, tidak ada halangan yang rumit untuk melangsungkan Pilkada Serentak 2018 di provinsi terpadat di Indonesia itu.

"Secara umum aman ya, enggak ada persoalan. Kita kan bukan hanya melihat ke depan, tetapi melihat juga ke belakang, atau merujuk kepada pengalaman yang sudah-sudah," kata gubernur yang biasa disapa Aher itu, saat ditemui di Gedung Sate, Kota Bandung, Kamis (18/1).


Aher sendiri sudah berpengalaman menangani Pilkada di daerahnya sejak 2008, dan terbukti sejak itu tidak ada kendala yang berarti di seluruh Jabar.

"Dulu tahun 2008 itu musim paling banyak Pilkadanya. Kemudian 2010 dan 2011 ada lagi, dan paling banyak tahun ini yaitu 17 Pilkada dengan Pemilihan Gubernur. Tahun 2013 dan 2018 sebetulnya sama-sama 17 Pilkada di Jabar, tapi tahun ini waktunya serentak," jelasnya, dikutip dari RMOL Jabar.

Melihat pengalaman-pengalaman sebelumnya, Aher yakin tahun ini pun situasi Jabar akan aman terkendali.

"Apalagi antisipasi keamanannya sudah lebih baik saat ini. Kami sepakat dengan Polda, Kodam, dengan unsur pengamanan yang lain untuk mendeteksi sedini mungkin gangguan-gangguan yang ada," ucapnya.

Sedangkan untuk antisipasi kampanye hitam, Aher akan menyebar aparatur sipil negara yang berjumlah ratusan ribu di seluruh Kabupaten/Kota dan Provinsi.

"Jadi kami akan minta kepada mereka, termasuk kepada Kepala Desa untuk menenteramkan masyarakatnya," kata Aher.

Selain itu, pihaknya juga akan berkoordinasi dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk menenteramkan masyarakat lewat pendekatan keagamaan. [ald]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Pemerintah Hadirkan Tsunami Ekonomi Kelas Menengah

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:14

KPK Panggil 10 Saksi dalam Kasus Gratifikasi IUP Kutai Kartanegara

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:06

ASII Siapkan Hingga 100 Juta Saham untuk Program MSOP

Kamis, 11 Juni 2026 | 14:04

Segera Matangkan Regulasi Kebijakan Ekspor Satu Pintu

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:59

BrahMos Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Hitung Ulang Prioritas Anggaran

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:57

Pangdam Mandala Trikora Buka Suara di Tengah Isu Kasus Mama Sinta

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:48

Menhub Dipanggil Prabowo ke Istana, Bahas TBA Tiket Pesawat?

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Model Fitri Assiddikki Dipanggil KPK terkait Korupsi CSR BI

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:41

Lahan 2,4 Hektare Bekas BPSDM akan Disulap jadi Pusat Bisnis

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:38

Kenaikan Pertamax Berpotensi Jadi Bumerang bagi Pemerintah

Kamis, 11 Juni 2026 | 13:30

Selengkapnya