Berita

Amelia Anggraini/net

Politik

DPR: Gizi Buruk Sejak Zaman Orba, Kementerian Kesehatan Tidak Responsif

SELASA, 16 JANUARI 2018 | 16:19 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Kematian 61 anak di Kabupaten Asmat, Papua, dalam empat bulan terakhir yang disebabkan campak dan gizi buruk, menunjukkan belum ada perbaikan perhatian terhadap warga Papua sejak zaman Orde Baru.

Kejadian Luar Biasa (KLB) itu ditanggapi serius oleh anggota Komisi IX DPR RI dari Fraksi Partai Nasdem, Amelia Anggraini.

Menurut dia, kejadian semacam itu bukan hal baru. Sejak masa Orde Baru, provinsi yang berada di ujung timur Indonesia tersebut mengalami masalah kesehatan yang rentan bagi anak dan perempuan.


"Terkadang masalah jarak pemukiman warga dan Puskemas, ketersediaan tenaga kesehatan, keterbatasan vaksin dan obat menjadi alasan yang dijadikan pembenaran terjadinya KLB. Padahal, kalau boleh jujur, ini terjadi sejak zaman Orde Baru," ungkap Amel.

Kementerian Kesehatan yang dipimpin Nila Moeloek, lanjut Amel, harus bertindak cepat dan melakukan koordinasi dengan berbagai instansi terkait. Pembentukan task force diperlukan untuk merumuskan langkah-langkah implementatif, memonitor serta mengevaluasi pelaksananan penanggulangan campak dan kekurangan gizi di Papua.

"Saya berharap Kemenkes bisa bertindak cepat dan proaktif sebagai komando, tidak harus menunggu laporan atau bantuan dari Pemda setempat. Program imunisasi nasional harus menjangkau daerah perbatasan dan terpencil. Kemenkes harus menjadi motor penggerak dalam penanggulangan masalah kesehatan di negeri ini," tegas Legislator asal Jawa Tengah VII ini.

Dia menambahkan, Otonomi Khusus Papua tidak boleh dijadikan dalih bahwa KLB menjadi tanggung jawab pemerintah daerah Papua semata. Kasus seperti ini harus mendapat penanganan medis yang optimal.

"Tidak tepat untuk saling melempar tanggung jawab," imbuhnya.

Amel juga mengharapkan pembenahan distribusi tenaga medis, pembangunan dan perbaikan sarana kesehatan di Papua. Pemerintah pusat dan daerah harus saling berkoordinasi untuk menangani kasus gizi buruk. [ald]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya