Enggartiasto Lukita/Net
Enggartiasto Lukita/Net
"Impor beras 500 ribu ton di saat mau panen hanya mengejar komisi," kata aktivis senior Abdulrachim K kepada redaksi, Senin (15/1).
Aktivis 77/78 ini menengarai kenaikan harga beras sengaja direkayasa sehingga ada alasan untuk impor. Mantan Kabulog Sutarto Alimoeso seperti dimuat Harian Kompas edisi hari ini menyatakan, beras yang digelontotkan untuk operasi pasar hanya 30 ribu ton selama 3 bulan. Padahal harusnya 200 ribu ton sebulan, atau 600 ribu ton selama 3 bulan.
Populer
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:00
Selasa, 12 Mei 2026 | 20:12
Kamis, 14 Mei 2026 | 12:43
Minggu, 10 Mei 2026 | 02:13
Jumat, 08 Mei 2026 | 06:47
Minggu, 10 Mei 2026 | 01:09
Kamis, 07 Mei 2026 | 02:15
UPDATE
Senin, 18 Mei 2026 | 00:23
Senin, 18 Mei 2026 | 00:04
Minggu, 17 Mei 2026 | 23:34
Minggu, 17 Mei 2026 | 23:13
Minggu, 17 Mei 2026 | 23:00
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:40
Minggu, 17 Mei 2026 | 22:12
Minggu, 17 Mei 2026 | 21:44
Minggu, 17 Mei 2026 | 21:00
Minggu, 17 Mei 2026 | 20:41