Berita

Net

Hukum

Banyak Proyek Bermasalah, KPK Perlu Panggil Menteri Enggar

SENIN, 15 JANUARI 2018 | 09:14 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Center for Budget Analysis (CBA) mencatat banyak kejanggalan dalam kebijakan impor beras yang dijalankan Kementerian Perdagangan.

Rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton dinilai tidak lain sebagai keputusan salah kaprah dari Mendag Enggartiasto Lukita.

"Selain kebijakan impor beras yang berpotensi merugikan petani dan keuangan negara, masih banyak proyek-proyek bermasalah yang dijalankan Kemendag. Namun, sangat disayangkan hingga saat ini menteri perdagangan ini belum tersentuh pihak berwenang," jelas Koordinator Investigasi CBA Jajang Nurjaman kepada wartawan, Senin (15/1).


Selain itu, CBA juga menemukan banyak proyek bermasalah di Kemendag. Khusus terkait proyek jasa konsultasi badan usaha, sedikitnya ditemukan 14 proyek dengan nilai Rp 37,7 miliar lebih.

"Belasan proyek tersebut masuk tahun anggaran 2016 yang dilaksanakan enam satuan kerja Kementerian Perdagangan," kata Jajang.

Menurut Jajang, untuk 12 proyek, Kemendag menyiapkan anggaran sebesar Rp 40.086.823.000 dengan realisasi Rp 37.770.875.200. Adapun, satuan kerja yang menjalankan proyek adalah Direktorat Logistik dan Sarana Distribusi, Sekretariat Ditjen Perdagangan Dalam Negeri, Sekretariat Ditjen Perdagangan Luar Negeri, Direktorat Bahan Pokok dan Barang Strategis, Ditjen Pengembangan Ekspor Nasional, serta Direktorat Dagang Kecil Menengah dan Produk Dalam Negeri.

"Secara keseluruhan modus yang dilakukan oknum pelaksana proyek adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) tidak melakukan pemeriksaan personil serta peralatan. Dibuktikan dengan tidak adanya berita acara atau dokumen yang membuktikan bahwa PPK melakukan pemeriksaan selama pekerjaan jasa konsultansi berjalan. Hal tersebut berdampak terhadap besaran biaya yang dikeluarkan pihak penyedia proyek dengan pelaksana proyek diragukan kebenarannya," paparnya.

CBA sedikitnya menemukan pemborosan dari segi nilai proyek sebesar Rp 2.315.947.800. Ditambah kelebihan pembayaran untuk personil seperti tenaga ahli dan surveyor sebesar Rp 1.430.826.944.

Untuk itu, CBA mendorong pihak berwenang khususnya Komisi Pemberantasan Korupsi segera melakukan penyelidikan terhadap pejabat terkait di masing-masing satuan kerja di Kemendag. Termasuk juga Mendag Enggartiasto Lukita.

Berikut daftar proyek Kemendag yang bermasalah berdasarkan temuan CBA;
1. Kajian prospek bisnis pergudangan menghabiskan anggaran Rp 2.429.570.000 dengan pemenang proyek PT Mulia Arthaloka.

2. Pemberdayaan manajemen pasar rakyat menghabiskan anggaran Rp 9.393.780.000 dengan pemenang proyek PT Bennatin Surya Cipta.

3. Pemetaan potensi komoditas unggulan kabupaten/kota gerai maritim menghabiskan anggaran Rp 492.525.000 dengan pemenang proyek PT Asha Cipta Persada

4. Pemetaan sistem logistik perdagangan antar pulau di kawasan Indonesia timur menghabiskan anggaran Rp 4.034.250.000 dengan pemenang proyek PT Jaya Anugerah Sukses

5. Penyusunan rencana aksi penyusunan rencana aksi dukungan perdagangan di bidang kemaritiman nasional menghabiskan anggaran Rp 4.697.770.000 dengan pemenang proyek PT Daya Cipta Dianrancana.

6. Survei pengawasan sarana distribusi menghabiskan anggaran Rp 6.615.884.000 dengan pemenang proyek PT MI.

7. Integrasi data dan pengembangan dashboard sarana distribusi perdagangan serta replikasi sistem monitoring perdagangan di tingkat daerah menghabiskan anggaran Rp 2.876.260.200 dengan pemenang proyek PT Republik Solusi.

8. Penyusunan SOP PNBP SKA pada IPSKA menghabiskan anggaran Rp 534.795.000 dengan pemenang proyek PT. Cipta Esa Unggul

9. Pemetaan struktur biaya dan distribusi komoditi barang penting menghabiskan anggaran Rp 2.902.350.000 dengan pemenang proyek PT Sucofindo (Persero)

10. Pemetaan struktur bahan pokok dan distribusi komoditi hasil industri menghabiskan anggaran Rp 1.200.232.000. dengan pemenang proyek PT Daya Makara UI

11. Program pengembangan merek (rebranding) menghabiskan anggaran Rp 691.350.000 dengan pemenang proyek PT Mark Plus Indonesia

12. Pemetaan perubahan pola konsumsi produk dalam negeri melalui peningkatan produk dalam negeri tahun 2017 menghabiskan anggaran Rp 1.902.109.000 dengan pemenang proyek PT Dharma Kreasi Nusantara. [wah]

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

UPDATE

Dino Patti Djalal Endus Tim Siluman Mulai Bergerak

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:51

Trump Ancam Serang Iran Besok

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:50

Wajah Indonesia di WCCE 2026, Mulai Film Jumbo hingga Komedi Pandji

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:34

Survei: 64 Persen Publik Tidak Puas dengan Program MBG

Minggu, 25 Oktober 2026 | 19:21

Dino Patti Djalal Buka Suara soal Kabar Ketemu Dubes Singapura dan Saiful Mujani

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:46

Istiqomah Bela Palestina, Syahrul Aidi Dukung MUI Tolak Konser Andrea Bocelli

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:28

Zurich Topas Life Digugat ke PN Jaksel

Minggu, 25 Oktober 2026 | 18:06

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Anak-anak Korban Karhutla Diminta Tetap Semangat Belajar

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:37

Kedubes Singapura Tegaskan Kabar Pertemuan Saiful Mujani dan Dino Patti Djalal Hoaks

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:19

Selengkapnya