Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Kenapa Impor Beras Bukan Lewat Bulog?

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 22:27 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Anggota Komisi IV DPR RI Rahmad Handoyo melihat ada yang janggal dalam proses impor beras 500 ribu ton dari Vietnam dan Thailand. Impor dilakukan melalui Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI), bukan melalui Badan Urusan Logistik (Bulog).

"Atas dasar apa Mendag impor beras melalui PPI bukan Bulog. Ada apa ini? kata Rahmad dalam keterangannya, Sabtu (13/1).

Bulog, kata Rahmad, bertugas untuk menstabilkan harga komoditas beras. Sehingga menjadi aneh kalau impor beras dilakukan PPI tapi di lapangan menggandeng pihak lain untuk mendistribusikan beras dalam rangka stabilitas harga.


"Bulog sudah jelas memiliki infrastruktur yang panjang sampai ke daerah," ucapnya.

Politisi PDI Perjuangan ini juga mengatakan seharusnya Kemendag melakukan impor beras menunjuk Bulog sebagai importir karena jelas Bulog diberikan tugas sesuai Kepres Nomor 11 tahun 1969 yakni melakukan tata kelola persediaaan, menyalurkan dan mengendalikan harga beras, serta melakukan usaha jasa logistik yang sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Sehingga tugas negara dalam stabilkan harga dan menjaga stok, Bulog lah yang dikedepankan," katanya.

Pada prinsipnya impor tidak salah karena dipayungi undang-undang pangan. Namun harus hati-hati dan dilakukan secara benar. Impor mesti dilakukan sesuai kebutuhan dalam rangka melindungi konsumen dikarenakan harga yang sudah tinggi dan langkah penurunan sudah diupayakan.

"Pemerintah tentu sudah melakukan koordinasi dengan stakeholder terkait, namun soal PPI yang mendapat tugas, Mendag harus menjelaskan alasan utamanya. Kenapa tidak Bulog dan kenapa PPI yang ditunjuk supaya publik mengetahui dan tidak memunculkan spekulasi yang macam-
macam," tukas Rahmad.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya