Berita

Adi Kurnia Setiadi/Net

Politik

La Nyalla Gagal Lulus Diklat Hambalang!

SABTU, 13 JANUARI 2018 | 16:30 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Pernyataan membabi buta bekas bakal calon gubernur Jawa Timur La Nyalla Mahmud Mattalitti terhadap Prabowo Subianto dan Partai Gerindra membuat geram kader berlambang kepala garuda tersebut.

"La Nyalla kurang ajar berani menyerang Pak Prabowo Subianto dan Partai Gerindra tanpa bukti. Sikap La Nyalla itu karena dia gagal lulus Diklat Hambalang," kata Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi melalui pesan tertulisnya, Sabtu (13/1).

Diklat Hambalang yang berlokasi di Sentul, Bogor, Jawa Barat, merupakan kawah candradimuka untuk menggembleng kader-kader Partai Gerindra menjadi pemimpin mssa depan Indonesia.


Adi menilai wajar jika Prabowo marah pada La Nyalla. Sebab, dalam proses pencalonan seseorang di Pemilu maupun Pilkada butuh biaya besar. Terutama soal dana saksi yang mengawal proses pencoblosan sampai penghitungan suara.

"Mungkin ditanya mau nyalon tapi enggak punya duit, dia kader partai ketemu ketua DPD tiba-tiba mau nyalon tapi enggak ada duitnya, masak calon enggak ada duit, ya wajar marah," ujar Adi.

La Nyalla juga semestinya memahami bahwa Prabowo merupakan orangtua di Partai Gerindra, sehingga sangat pantas apabila menegur atau menasehati kadernya.

"Aneh, sebagai bekas Ketua Umum PSSI La Nyalla nggak ngerti etika berorganisasi," ujar Adi.

Adi juga mendukung langkah La Nyalla yang memilih keluar dari Partai Gerindra, karena kader yang haus kekuasaan semacam dia cuma bakal jadi benalu partai.

Diketahui, La Nyalla mengaku dimintai uang saksi sejumlah Rp 40 miliar oleh Prabowo saat pencalonan pemilihan gubernur Jawa Timur 2018. Menurut Adi, jika permintaan itu benar, maka itu merupakan hal yang wajar dilakukan dalam Pilgub.

"Kalaupun itu benar, sangat wajar karena kemenangan calon ketua daerah dalam Pilgub itu kuncinya adalah kekuatan para saksi di Tempat Pemungutan Suara (TPS)," cetus Adi.

La Nyalla sebelumnya mengatakan, permintaan Prabowo itu disampaikan pada tanggal 9 Desember 2017, sekitar pukul 15.00 WIB di kediaman Prabowo di Hambalang, Sentul, Jawa Barat. Saat ditemui, Prabowo ditemani dua ajudannya yaitu Prasetyo dan Sugiarto.

Menurut La Nyalla, Prabowo menyuruh dirinya memberikan uang itu sebelum tanggal 20 Desember 2017 agar dia bisa direkomendasikan Gerindra sebagai calon gubernur. La Nyalla mengatakan, dirinya sudah menyiapkan dana sebesar Rp 300 miliar, namun ia ngotot untuk memberikan setelah dirinya resmi didaftarkan ke KPU Jawa Timur. La Nyalla mengatakan Prabowo menolak permintaanya. "Marah-marah dia," ujarnya.

Jumlah TPS yang ada di 38 kabupaten atau kota di Jawa Timur berjumlah 68.511 TPS. Dibutuhkan tiga orang saksi untuk satu TPS. Jika satu orang saksi membutuhkan uang makan saksi sebesar Rp 200 ribu per orang, maka dibutuhkan dana Rp 41 milyar. Itu belum dihitung dengan saksi-saksi di tingkat Panitia Pemungutan Suara (PPS), Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK), dan KPUD.

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya