Berita

Politik

PP Muhammadiyah Desak Polisi Dan KPK Telusuri Praktik Mahar Pilkada

JUMAT, 12 JANUARI 2018 | 21:25 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

PP Muhammadiyah mendesak penegak hukum mengusut dugaan politik uang dengan dalih uang mahar di balik pelaksanaan Pilkada serentak 2018.

"Kepolisian melalui Satgas Anti Politik Uang harusnya bisa menelusuri," kata Wakil Ketua Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah Dr. Maneger Nasution melalui pesan elektronik yang diterima redaksi, Jumat (12/1).

Dia mengatakan pengakuan Ketua Kadin Jawa Timur La Nyalla Mattalitti dan politisi Jawa Barat Dedy Mulyadi diminta mahar politik oleh pimpinan parpol sebagai syarat dicalonkan sebagai kepala daerah membenarkan adanya transaksi jual beli perahu parpol. Aromanya tercium semakin menyengat.


"Praktik politik uang sudah dimulai pada proses dukungan parpol, berseliweran harga satu kursi yang bervariasi di masing-masing daerah agaknya bukan hayalan. Adakah parpol zaman now yang dengan 'ikhlas' menyerahkan dukungan kepada calon gubernur, bupati atau walikota yang bukan kadernya secara gratis?" ucap Direktur Pusdikham Uhamka ini.

Tak hanya polisi, Maneger mendesak KPK proaktif. Informasi yang disampaikan La Nyalla dan Dedy Mulyadi bisa menyingkap kotak pandora sebab akar awal praktik korupsi adalah melalui proses politik seperti ini. Demokrasi, kata dia, dibajak oleh politik uang.

"Publik menagih KPK dan kepolisian untuk lebih aktif mengawasi praktik-praktik uang mahar ini," kata Maneger yang alumni PPRA 55 Lemhannas RI.[dem]

Populer

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

DPRD DKI Bakal Panggil Dishub Buntut Tarif Valet Tembus Rp250 Ribu

Minggu, 27 September 2026 | 14:20

KPK NU Demo di Gedung Merah Putih KPK, Desak Penangkapan Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:23

UPDATE

Wall Street Hijau Usai Data Tenaga Kerja Redupkan Sinyal Kenaikan Bunga The Fed

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:21

Biaya Perawatan Naik 106 Persen, Deteksi Dini Penting untuk Tekan Risiko

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 08:05

Harga Solar Naik Tinggi, G7 Lepas 100 Juta Barel Cadangan

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:51

Bank Syariah Jumbo Bakal Bertambah, OJK Pasang Target Lima Pemain

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:21

Bursa Eropa Bangkit, DAX Naik 1,17 Persen

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 07:06

Digitalisasi Parkir On Street Efektif Cegah Pungli

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:53

Suyudi-Wahyu Memimpin Polri: Tujuh Agenda Besar, Saatnya Pembuktian

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:22

Awas, Aktivitas Merapi Melonjak

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 06:04

Pengamen Dilarang Aktivitas di Mikrotrans dan Halte Transjakarta

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:53

Ahli Hukum Diusir MK, Apakah Gibran Sudah Bisa Didiskualifikasi?

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 05:34

Selengkapnya