Berita

Surat Megawati/net

Politik

Sekjen PDIP Minta Masyarakat Jatim Bersabar

RABU, 10 JANUARI 2018 | 12:51 WIB | LAPORAN: YAYAN SOPYANI AL HADI

Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto meminta publik khususnya masyarakat Jawa Timur untuk bersabar terkait nama bakal calon gubernur dan wakil gubernur di Pilgub Jatim 2018.

"PDI Perjuangan menegaskan bahwa terkait dengan cawagub Jatim, masyarakat mohon bersabar, di tengah berbagai kreativitas di medsos yang mencoba menampilkan berbagai kreasi, termasuk adanya surat rekomendasi. Apa yg ditampilkan untuk menampilkan Gus Ipul dengan Pa Baskara, dan Gus Ipul dengan Mbak Puti, termasuk berbagai versi surat rekomendasi adalah bagian dari aspirasi," kata Hasto kepada wartawan, Rabu (10/1).

Hasto menegaskan bahwa hingga saat ini, PDIP belum mengambil keputusan di Pilgub Jatim 2018. .


“Saya baru menandatangani penugasan Pak Achmad Basarah di Jawa Timur. Provinsi itu memiliki sejarah panjang sebagai pusat pergerakan patriotisme melalui peristiwa 10 November 1945. Karena itulah Pak Basarah ditugaskan secara khusus di Jawa Timur," kata Hasto.

PDI Perjuangan, kata Hasto, bermaksud menyampaikan nama pasangan calon Jatim tersebut setelah Pembukaan HUT ke 45 PDI Perjuangan.

“Mohon bersabar, Ibu Megawati pasti akan mengambil keputusan terbaik. Keputusan yang dilandasi oleh kesejarahan antara NU dan PDI Perjuangan," tegas Hasto.

Sebelumnya, penunjukan cucu Soekarno itu diketahui dari foto dokumen yang tersebar di kalangan wartawan. Dalam foto dokumen tersebut,  Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto sudah meneken surat keputusan terkait Pilgub Jatim 2018.

Surat bernomor 3938/IN/DPP/I/2018 itu diteken pada hari ini Rabu (10/1).

Pasangan Gus Ipul-Puti Guntur rencananya diumumkan di sela-sela peringatan HUT ke 45 PDIP di JCC, Jakarta, Rabu siang. [san]

Populer

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Karyawan dan Konsultan Pajak Hasnur Group Dipanggil KPK Terkait Kasus Restitusi Pajak

Kamis, 09 April 2026 | 12:18

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Serentak di Tiga Lokasi, KPK Periksa Pegawai Kemenag dan Bos Travel

Jumat, 17 April 2026 | 14:16

Waspadai Phishing dan Malware, BNI Tekankan Keamanan BNIdirect

Jumat, 17 April 2026 | 14:15

Bitcoin Stabil di Level 74.900 Dolar AS

Jumat, 17 April 2026 | 14:11

Ekonomi Jatim Tumbuh 5,33 Persen di 2025, Didongkrak Sektor Manufaktur

Jumat, 17 April 2026 | 14:05

KPK Periksa Direktur Kepatuhan Bank Papua dalam Kasus Korupsi Dana Operasional Papua

Jumat, 17 April 2026 | 14:01

Rekrutmen Manajer Kopdes Tak Boleh Ada Titipan

Jumat, 17 April 2026 | 13:50

Kasus Chat Cabul Mahasiswa Merebak di IPB, DPR Minta Kampus Bertindak Tegas

Jumat, 17 April 2026 | 13:41

Penahanan Harga BBM Non-Subsidi Dikhawatirkan Ganggu Kesehatan Fiskal

Jumat, 17 April 2026 | 13:39

PPIH Ujung Tombak Keberhasilan Penyelenggaraan Haji

Jumat, 17 April 2026 | 13:31

KPK Temukan Dapur MBG Tak Layak, Kasus Keracunan Jadi Alarm Serius

Jumat, 17 April 2026 | 13:22

Selengkapnya