Berita

Lorde/Net

Blitz

Lorde, Diserang Kubu Yahudi

JUMAT, 05 JANUARI 2018 | 08:26 WIB | HARIAN RAKYAT MERDEKA

Keberanian terpuji dari Lorde membatalkan konser di Israel menuai reaksi. Dalam satu halaman iklan penuh di Washington Post, peraih Piala Grammy asal Selandia Baru itu disebut sebagai sosok intoleran atau anti-Yahudi.

Iklan itu dipasang oleh Shmuley Boteach, pendiri This World: The Values Network. Tampak potret Lorde dengan latar seorang pria tengah ber­lari melalui puing-puing sem­bari menggendong bayi.

Iklan itu diberi judul, 'Lorde dan Selandia Baru menolak Su­riah untuk menyerang Israel.' Selain itu terdapat kalimat, 'Usia 21 terlalu muda untuk jadi rasialis.'


Sementara, dalam badan iklan itu tertulis, keputusan Lorde membatalkan pertunjukan di Israel menumbuhkan prasangka di kalangan anak muda Selandia Baru untuk melawan negara Yahudi. Pelantun Royals dan Green Light ini bahkan disebut sebagai seorang yang munafik kala memilih tetap tampil di Rusia.

"Ketika Lorde mengklaim prihatin dengan hak asasi manusia, dia secara munafik memilih untuk melanjutkan dua konsernya di Rusia, meski mendapat dukungan untuk rezim genosida Assad," tulis iklan itu.

Lorde membatalkan kon­sernya di Tel Aviv, setelah dua penulis Selandia Baru memperingatkannya bahwa penampilannya di Israel akan dipandang sebagai dukungan pada kebijakan pemerintah setempat.

"Saya menerima banyak pesan serta surat dan telah berdiskusi mendengar penda­pat dari banyak orang, dan saya pikir keputusan yang tepat saat ini adalah membatalkan konser itu," tulis Lorde.

Setelah keputusannya itu, Duta Besar Israel untuk Se­landia Baru, Dr. Itzhak Ger­berg menuliskan surat terbuka kepadanya sebagai bentuk kekecewaaan.

"Sangat disesalkan bah­wa Anda telah membatalkan konser di Tel Aviv dan telah mengecewakan semua pengge­mar Anda di Israel," kata Ger­berg di Facebook. ***

Populer

Jokowi Layak Digelari Lambe Turah

Senin, 16 Februari 2026 | 12:00

Keputusan KIP Kuatkan Keyakinan Ijazah Jokowi Palsu

Minggu, 22 Februari 2026 | 06:18

Roy Suryo Cs di Atas Angin terkait Kasus Ijazah Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 12:12

Harianto Badjoeri Dikenal Dermawan

Senin, 23 Februari 2026 | 01:19

Kasihan Banyak Tokoh Senior Ditipu Jokowi

Rabu, 18 Februari 2026 | 14:19

Partai Politik Mulai Meninggalkan Jokowi

Selasa, 17 Februari 2026 | 13:05

Sangat Aneh Bila Disimpulkan Ijazah Jokowi Asli

Kamis, 19 Februari 2026 | 18:39

UPDATE

LPDP Perkuat Ekosistem Karier Alumni, Gandeng Danantara dan Industri

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:04

RDPU dengan Komisi III DPR, Hotman Paris: Tuntutan Mati ABK Fandi Ramadhan Janggal

Kamis, 26 Februari 2026 | 14:02

Kenaikan PT Bikin Partai di DPR Bisa Berguguran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:39

KPK Panggil Ketua KPU Lamteng di Kasus Suap Bupati

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:38

DPR Jadwalkan Pemanggilan Dirut LPDP Sebelum Lebaran

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:30

Great Institute: Ancaman Terbesar Israel Bukan Palestina, Tapi Netanyahu

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:22

KPK Panggil Edi Suharto Tersangka Kasus Korupsi Penyaluran Bansos Beras

Kamis, 26 Februari 2026 | 13:06

IHSG Siang Ini Tergelincir, Nyaris Seluruh Sektor Merana

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:51

Rusia Pertimbangkan Kirim Bantuan BBM ke Kuba

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:29

Partai Buruh Bakal Layangkan Gugatan Jika PT Dinaikkan

Kamis, 26 Februari 2026 | 12:27

Selengkapnya