Berita

Politik

Megawati Menghina Masyarakat Sumut

KAMIS, 04 JANUARI 2018 | 21:26 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Keputusan PDI Perjuangan memasang Djarot Saiful Hidayat untuk Pilgub Sumatera Utara diprediksi tidak akan membuahkan hasil yang baik.  

Tokoh asal Sumut yang juga dikenal publik sebagai pendiri Indonesia Police Watch (IPW), Neta Pane, menjadi salah satu yang cukup keras menanggapi manuver partai banteng gemuk itu. 

Neta yang berpengalaman sebagai redaktur pelaksana di sejumlah media massa politik di Jakarta selama lebih dari satu dekade, terang-terangan mengatakan bahwa PDIP dan Ketua Umumnya, Megawati Soekarnoputri, sudah menghina masyarakat Sumut.


"Akibat ketidakmampuannya membangun kader kepemimpinan PDIP di Sumut, Megawati sudah menghina masyarakat Sumut," kritik Neta lewat pernyataan tertulisnya.

Alasannya mengatakan itu adalah karena sejak dulu Sumut merupakan gudang kader dan calon pemimpin bangsa. Banyak tokoh pers, pejuang dan pemimpin politik yang dilahirkan Sumut. Ia menyebut salah satunya Adam Malik yang pernah menjadi Wakil Presiden RI. Saat ini pun ia memandang banyak tokoh muda Sumut yang potensial, seperti Walikota Pematangsiantar.

"Di PDIP pun banyak anak-anak Sumut yang potensial untuk jadi tokoh nasional. Kenapa PDIP dan Megawati tidak melihat kenyataan ini dan tidak memberi kesempatan pada kader-kadernya di Sumut untuk menjadi Cagub? Apakah karena kurang peka dan tidak peduli dengan Sumut atau sengaja mau menghina warga Sumut?" ujar dia.

Ia mempertanyakan penunjukan Djarot yang sudah "afkir" alias ditolak oleh warga DKI Jakarta pada Pilgub 2017 lalu. Baginya, itu adalah kecerobohan luar biasa yang dilakukan PDIP selaku partai pemenang Pemilu 2014. Neta pun menganalisa sejak nama Djarot muncul beberapa waktu terakhir. Ia berani memastikan Djarot akan "keok".

Selain dukungan suara PDIP yang tidak memadai untuk Djarot, ia mengungkit istilah dalam budaya politik Jawa yaitu "Jago Pedotan". Yaitu, ayam jago yang sudah kalah dalam aduan langsung dibawa ke kedai gudeg untuk disayur sebab kalau diadu lagi pasti akan kalah juga.

Di kompetisi politik nasional, sudah banyak tokoh yang kalah dalam pemilihan dan terjatuh lagi karena mencoba berlaga untuk kedua kali. Salah satu yang merasakan stigma "Jago Pedotan" adalah Megawati sendiri.

"Fenomena ini sepertinya juga akan dialami Djarot. Jika itu terjadi, saya memprediksi dampaknya adalah perolehan suara PDIP di Sumut pada Pemilu 2019," tambahnya.
 
Dalam hal ini Neta berharap warga Sumut bisa menyadari bahwa banyak masih tokoh berkualitas di daerah mereka dan karena itulah Sumut tidak butuh figur "afkiran". [ald]

Populer

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

Pengamat Endus Isu Pemakzulan Presiden Didesain Wapres

Kamis, 16 April 2026 | 00:32

Eksepsi Mardiono terkait Gugatan Muktamar PPP Ditolak PN Jakpus

Kamis, 16 April 2026 | 18:10

GAMKI: Ceramah Jusuf Kalla Menyakiti Umat Kristen

Senin, 13 April 2026 | 08:21

UPDATE

Disinggung Kenaikan LPG Nonsubsidi, Bahlil Malah Berkelit soal LPG 3 Kg

Senin, 20 April 2026 | 22:11

KPK Serahkan Rampasan Puput Tantriana Rp3,52 Miliar ke Lemhannas

Senin, 20 April 2026 | 22:06

DPR Cuma Butuh Sehari Rampungkan 409 Daftar Masalah RUU PPRT

Senin, 20 April 2026 | 22:01

Berikut 12 Poin Strategis RUU PPRT yang Dibahas Baleg DPR

Senin, 20 April 2026 | 21:54

Dipimpin Dasco, RUU PPRT Segera Dibawa ke Paripurna

Senin, 20 April 2026 | 21:52

Pemkot Tangerang Jaga Transparansi Lewat Penyerahan LKPD Unaudited 2025

Senin, 20 April 2026 | 21:34

Menkes Sebut Penanganan Campak Tidak Perlu Lockdown, Ini Penjelasannya

Senin, 20 April 2026 | 21:14

Kunjungi IKN, Ketua MPR: Proses Pembangunan Begitu Cepat

Senin, 20 April 2026 | 21:05

IPB Hanya Skorsing 16 Mahasiswa Pelaku Kekerasan Seksual

Senin, 20 April 2026 | 20:41

Bisnis Tambang Sarat Risiko, Asuransi Diminta Perkuat Kompetensi

Senin, 20 April 2026 | 20:39

Selengkapnya