Berita

Rizal Ramli/Net

Politik

Tegal Sangat Mengesankan Bagi Rizal Ramli, Orangnya Ulet-ulet

RABU, 03 JANUARI 2018 | 16:31 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Tokoh nasional Rizal Ramli akan menghadiri pengajian rutin Kliwonan Kamis malam (Jumat Kliwon) KH. Ahmad Zaidi Bin KH. Ahmad Armia di Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, malam ini (Rabu, 3/1). Terakhir, RR berkunjung ke Tegal pada 7 tahun lalu.

Pada 31 Desember 2017, mantan Menko Perekonomian era Presiden Gus Dur itu hadir di acara Maulid masyarakat Tegal dan Brebes di Jakarta. Masyarakat Tegal kangen dengan RR untuk mauludan dan urun rembug rakyat soal kebangsaan dan perekonomian.

Pada acara mauludan tersebut, RR mengaku sangat terkesan dengan masyarakat Tegal. Dia mengatakan orang Tegal ulet-ulet, berani ambil resiko dan mandiri.


Mantan Menko Kemaritiman di era Presiden Joko Widodo itu punya cerita soal etos kerja masyarakat Tegal.

Begini ceritanya, RR rupanya salah satu aktor di balik lahirnya program wajib belajar 9 tahun pada masa pemerintahan orde baru. Ketika masih menjadi mahasiswa, RR memiliki perhatian yang besar terhadap dunia pendidikan di Indonesia.

Dia mengatakan, ketika masih kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB), dia mendapat kesempatan untuk berkunjung ke Jepang. Saat di negeri sakura, dia terkagum-kagum dengan kemajuan negara tersebut. Padahal, sebagian besar negara tersebut merupakan wilayah bebatuan yang tidak subur.

"Saya keliling Jepang, saya kagum, karena 2/3 tanahnya batu-batuan tapi bisa kasih makan penduduknya. Kenapa Jepang lebih maju dari kita?" ujar RR.

Lanjut RR, ketika kembali ke Indonesia, dia bersama teman-temannya melakukan perjalanan ke wilayah-wilayah miskin di Indonesia. Dia kemudian mengunjungi beberapa tempat di pesisir pantai mulai dari pantai utara Jawa hingga ke Lombok. Dipilihnya pesisir pantai lantaran wilayah tersebut merupakan mayoritas daerah yang miskin‎ di Indonesia.

Sampai saat RR tiba di Tegal, dirinya bertemu dengan seorang anak bernama Sukri berusia 9 tahun. Sukri merupakan anak nelayan yang tidak sekolah karena tidak memiliki biaya. Hal ini yang mengetuk hati RR agar ada solusi bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk tetap bisa bersekolah.

"Di Tegal, ada seorang anak, saya ingat betul namanya Sukri, 9 tahun, yang tidak sekolah karena tidak mampu bayar. Melaut pun hasilnya sedikit. Kita di laut terkena dingin kena angin, tapi hasil ikannya sedikit. Ini yang membuat banyak anak nelayan tidak bisa sekolah," kata dia.

Melihat hal tersebut, RR bersama teman-temannya kemudia‎n membuat semacam acara untuk menyindir pemerintah agar mengatasi masalah pendidikan di Indonesia. Saat itu, lanjut dia, ada sekitar 7 juta anak Indonesia tidak bisa sekolah.

"Saya pimpinan mahasiswa di ITB, waktu itu ada 7 juta anak tidak bisa sekolah. Kemudian kami tekan para pejabat. Kami buat acara, kami undang penyair WS Rendra untuk datang ke ITB, kemudian menghasilkan puisi yang terkenal Sebatang Lisong. Kami undang sutradara terkenal Sjuman Jaya, yang memudian melahirkan film Yang Muda Yang Bercinta," jelas dia.

Akibat adanya tekanan dari para mahasiswa kali itu, akhirnya pemerintah mengeluarkan UU terkait wajib belajar ‎9 tahun.

"Akibat pressure (tekanan) ini, pemerintah akhirnya mengadopsi UU wajib belajar 9 tahun sehingga anak usia sekolah bisa masuk SD. Tapi tidak cukup sampai di situ, butuh gratis sekolah ke SMP karena anak nelayan sangat miskin," demikian RR. [rus]

Populer

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harta Zita Anjani PAN Melonjak Seribu Persen dalam Dua Tahun

Selasa, 16 Juni 2026 | 17:30

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

Masuk Ragunan Gratis dalam Rangka HUT Jakarta, Catat Tanggalnya

Senin, 15 Juni 2026 | 19:07

UPDATE

ANTAM Pertahankan Posisi di Tiga Indeks ESG KEHATI Periode Juni–November 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:22

Dari Korupsi BGN ke RUU HAM: Meninjau Korban yang Terlupakan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:02

KSAU Resmikan Skadron Udara 18 di Lanud Halim, Perkuat Dukungan Penerbangan Kenegaraan

Jumat, 19 Juni 2026 | 12:01

Pimpinan DPR Siap Temui Mahasiswa yang Demo di Parlemen Hari Ini

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:57

PGN Gelar Program Bedah Dapur GasKita 2026 demi Manjakan Pelanggan

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:45

KPK Dalami Peran Mertua Menpora Dito Ariotedjo dalam Skema Kuota Haji 50:50

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:42

BPJPH dan ESQ Siapkan SDM Tangguh Hadapi Wajib Halal 2026

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:37

Sugiono Sampaikan Salam Prabowo untuk Putin, Minta Maaf Absen di KTT ASEAN-Rusia

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35

Harga Minyak Dunia Stabil saat Selat Hormuz Kembali Dibuka

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:27

93 Sekolah Rakyat Permanen Hampir Rampung, Mensos Imbau Pemda Perkuat Kolaborasi

Jumat, 19 Juni 2026 | 11:09

Selengkapnya