Berita

AHY saat menerima penghargaan Democracy Award dari RMOL

Politik

Riset I2: AHY Lebih Banyak Diberitakan Ketimbang Megawati

JUMAT, 29 DESEMBER 2017 | 20:58 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Hasil riset Indonesia Indicator (I2) mencatat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) lebih banyak diberitakan ketimbang Megawati Soekarnoputri sepanjang tahun 2017. Posisi AHY berada di urutan nomor tiga sementara Megawati di posisi keempat sebagai politisi yang banyak muncul dalam pemberitaan.

Direktur Komunikasi Indonesia Indicator Rustika Herlambang mengatakan politisi terpegah atau paling banyak diberitakan adalah Ketum Golkar Setya Novanto dengan jumlah berita mencapai 82.787 berita. Isu terbesar pemberitaan yang ditujukan kepada Setya Novanto adalah korupsi KTP elektronik yang mendominasi hingga 54 persen dari seluruh pemberitaan mengenainya.

"Posisi kedua politisi terpegah 2017 ditempati Ketua Umum Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan 39.192 berita. Di posisi ketiga AHY dengan 30.701 berita. Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri berada di posisi keempat politisi terpegah dengan 27.316 berita," ujar Rustika Herlambang dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Jumat (29/12).


Sedangkan, Ketua Umum DPP Partai Gerindra Prabowo Subiyanto berada di posisi kelima dengan 25.007 berita. Lima nama lainnya yang masuk dalam daftar 10 politisi terpegah 2017 antara lain; Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan 22.104 berita, Wakil Ketua DPR Fadli Zon dengan 21.072 berita, Fahri Hamzah 20.791 berita, Sylviana Murni 19.758 berita, serta Miryam S Haryani 16.832 berita.

"Dari 10 nama politisi terpegah, terdapat 2 nama yang tersangkut kasus korupsi, yakni Setya Novanto serta Miryam S Haryani. Figur lainnya lebih banyak dikaitkan dengan Pilkada DKI. Terdapat tiga nama ketua umum partai, yakni Susilo Bambang Yudhoyono, Megawati Soekarnoputri, serta Prabowo Subiyanto, serta dua kandidat gubernur dan wakil gubernur DKI, yakni Agus Harimurti serta Sylviana Murni," ungkap Rustika.

I2 juga mencatat ada 10 politisi tervokal atau yang pernyataannya paling banyak dikuti media. Menurut Rustika, Fahri Hamzah menduduki posisi pertama sebagai figur politisi tervokal. Dari sebanyak 20.791 berita, terdapat 70.018 pernyataan Fahri yang dikutip media.

"Ini berarti, rata-rata setiap satu pemberitaan media tentang Fahri Hamzah terdapat 3 pernyataannya dikutip media," kata Rustika. Politisi tervokal di media yang berada di posisi kedua adalah Fadli Zon dengan 68.101 pernyataan yang dikutip media.

"Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa Fahri Hamzah dan Fadli Zon merupakan dua figur utama pembentuk opini publik dari barisan parpol oposisi," papar Rustika.

Politisi tervokal ketiga ditempati Ketua MPR Zulkifli Hasan dengan 60.051 pernyataan. Peringkat keempat ditempati Setya Novanto dengan 54.942 pernyataan. Susilo Bambang Yudhoyono tercatat sebagai politisi tervokal kelima dengan 32.971 pernyataan.

Posisi politisi tervokal keenam hingga sepuluh ditempati Hasto Kristiyanto dengan 30.339 pernyataan, Idrus Marham 30.302 pernyataan, Muhaimin Iskandar 22.083 pernyataan, Agus Harimurti Yudhoyono 21.657 pernyataan, serta Agus Hermanto 21.112 pernyataan.

"Kesepuluh nama itu boleh dikatakan media darling, meskipun belum tentu mediagenic," kata Rustika.

I2 juga mencatat, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati merupakan figur menteri yang paling banyak dicari media sepanjang 2017. Menurut Rustika, posisinya berada di urutan pertama dari 10 menteri lainnya, dengan jumlah berita mencapai 35.530.  

"Hal ini menarik, mengingat, meskipun secara keseluruhan pemberitaan ekonomi sebesar 11 persen, namun justru nama ini (Sri Mulyani) dianggap signifikan dalam kabinet Jokowi. Kebijakannya pada tax amnesty dan kebijakan fiskal moneter merupakan salah satu isu terbesar mengenainya," kata Rustika. Dalam sebulan, rata-rata pemberitaan Sri Mulyani sebanyak 3.123 berita, atau sekitar 104 berita per hari.[dem]


Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

Pakai Jaket Gojek Mulyono di Sidang Pledoi, Nadiem Ingin Seret Jokowi?

Rabu, 03 Juni 2026 | 05:18

UPDATE

BNI Ingatkan Nasabah, Waspada Modus Penipuan BNIdirect

Sabtu, 13 Juni 2026 | 16:06

Diduga Palsukan KTA, Sekjen dan Waketum PPP Dipolisikan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:47

DPR Nilai Dukungan Publik terhadap Program MBG Tetap Kuat Meski Diterpa Kasus Korupsi

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:09

Seleksi Pejabat Kemenag Kini Makin Ketat, Rekam Jejak Jadi Penentu

Sabtu, 13 Juni 2026 | 15:04

Soal Protes Kenaikan BBM, DPR Ingatkan Harga di Indonesia Masih Relatif Murah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:34

Program Padat Karya Jaga Daya Beli Masyarakat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:29

Kejagung: Motor Listrik MBG Bukan untuk Disita, Tapi Segera Disalurkan

Sabtu, 13 Juni 2026 | 14:24

LEMIGAS dan Pertagas Resmi Berkolaborasi di Proyek Cisem II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:55

Fernando Emas: Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:51

Bank Mandiri Siapkan Rp1,95 Triliun untuk Lunasi Green Bond Seri A

Sabtu, 13 Juni 2026 | 13:33

Selengkapnya