Berita

Foto/Net

Nusantara

Elektabilitas Dedy Mizwar Lebih Moncer, Golkar Rela Posisi Cawagub

JUMAT, 29 DESEMBER 2017 | 20:45 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Demokrat membantah ada kesepakatan lain dengan Golkar dibalik pengusungan Dedy Mizwar-Dedy Mulyadi di Pilgub Jawa Barat 2018.

Dugaan barter posisi calon di pilkada daerah lain antara Golkar dan Demokrat muncul karena tiba-tiba saja Golkar mau kadernya Dedy Mulyadi menjadi cawagub padahal jumlah kursi beringin di DPRD Provinsi Jabar lebih banyak dari Demokrat.

"Tidak ada (barter). Tentunya kita tidak boleh politik seperti itu," kata Wakil Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Agus Hermanto dalam wawancara di salah satu stasiun televisi swasta nasional, Jumat (29/12) malam.


Dia menyatakan koalisi Demokrat dengan Golkar di Pilgub Jabar adalah koalisi yang sejajar. Pertimbangan dalam menentukan Dedy Mizwar sebagai cagub sementara Dedy Mulyadi cawagub adalah elektabilitas keduanya. Elektabilitas Dedy Mizwar lebih moncer ketimbang Dedy Mulyadi.

"Tentu ini memerlukan pembicaraan yang intens, kembalikan kepada elektabilitas berdasarkan survei, dilihat hal sehari-hari, itulah yang dilihat untuk menentukan posisi (cagub-cawagub)," katanya.

Pertimbangan ini, kata dia, semata-mata demi kemenangan calon yang diusung Demokrat dan Golkar di Jabar.

"Kita ingin semua sepakat antara Golkar dan Demokrat bahwa kita harus memenangkan pilkada ini, wabil khusus di Jawa Barat. Karena kita ketahui jumlah penduduk di Jawa Barat ini terbesar di Indonesia sehingga ini merupakan hal yang penting baik bagi Partai Demokrat maupun Golkar. Karenanya kita mengambil strategi jitu sehingga semuanya dapat memperoleh kemenangan," demikian Agus.[dem]


Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Kematian Ali Khamenei, Jalan Iran Kembangkan Nuklir untuk Militer

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:18

May Day: Jeritan Mantan Pekerja Sritex Menagih Janji Negara

Jumat, 01 Mei 2026 | 18:08

Langkah Prabowo Ratifikasi ILO 188 Jadi Momentum Perbaikan Sektor Perikanan

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:39

Hari Buruh Tak Cuma Orasi, Massa Main Games hingga Nonton Efek Rumah Kaca

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:32

DPR Akui Disparitas Upah Buruh Terlalu Jauh

Jumat, 01 Mei 2026 | 17:20

Apa Perbedaan Hardiknas dan Hari Guru Nasional? Ini Sejarahnya

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:59

KSBSI: Prabowo Jadi Presiden Ketiga di Dunia yang Rayakan May Day Bareng Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:55

Google Doodle Rayakan Hari Buruh 2026, Tampilkan Ilustrasi Para Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:49

Ketua Komisi III Jamin Keamanan Aktivis saat Perjuangkan Hak Buruh

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:47

Japan Airlines Uji Coba Robot Humanoid untuk Atasi Kekurangan Pekerja

Jumat, 01 Mei 2026 | 16:42

Selengkapnya