Berita

Zainal Bintang/Net

Politik

Pesan Bintang Ke Airlangga, Bersihkan Golkar Dari Sisa-sisa Rezim Setnov

KAMIS, 28 DESEMBER 2017 | 05:48 WIB | LAPORAN: RUSLAN TAMBAK

. Jargon "Golkar Bersih" dan "Golkar Bangkit" yang menjadi tegline Airlangga Hartarto selaku Ketua Umum baru DPP Partai Golkar tidak boleh berhenti hanya sebagai pepesan kosong tanpa makna.

Demikian pesan senior Golkar Zainal Bintang yang kini sidang berlibur di Singapura, seperti dalam keterangan tertulis kepada redaksi, Kamis (28/12).

Menurut anggota Dewan Pakar Golkar itu, makna Golkar bersih sangat penting diimplementasikan. Soalnya saat ini Golkar sedang berpacu dengan waktu.


Disatu sisi, Airlangga wajib hukumnya membersihkan tubuh kepengurusan Golkar dari sisa-sisa rezim Setya Novanto yang korup, dan pada saat yang sama Golkar harus mampu merebut kembali hati dan simpati mayoritas pendukungnya yang saat ini sedang berpindah kepada parpol lain.

Tidak ada pilihan lain bagi Airlangga kalau jika ingin sungguh-sungguh memulihkan kembali citra Golkar, adalah harus  melakukan revitalidasi atas struktur DPP Golkar yang selama ini didominasi oleh loyalis mantan ketua umumnya yang sekarang dalam tahanan KPK karena terlibat skandal mega korupsi KTP lektronik.

"Namun hendaknya langkah revitalisasi itu dilakukan secara terukur dan gradual," ucap Bintang menekankan.

Langkah revitalisasi itu dapat dimulai dengan mengganti figur yang ada diposisi strategis, seperti Sekjen, Bendahara Umum, Ketua OKK dan Ketua Pemenangan Pemilu.

Dengan memasang kader potensial yang segar yang memenuhi kualifikasi standard moral PDLT (Prestasi, Dedikasi  Loyalitas dan Tidak Tercela) pada posisi strategis tersebut di atas, maka Airlangga bisa mencapai dua hal yang sangat penting.

"Pertama menumbuhkan semangat kerja (etos) pengurus baru yang segar. Dan yang kedua hal itu sekaligus dapat menimbulkan daya tarik dan kepercayaan konstituen untuk kembali memilih Golkar," tambah Bintang yang juga wartawan senior itu.

Bintang juga berharap supaya penentuan figur kader untuk posisi strategis tersebut di atas sebaiknya dipercayakan sepenuhnya kepada Airlangga.

Airlangga bukan anak kemarin di Golkar. Sudah berkiprah di Golkar sejak awal reformasi dan pada tahun 2004 dia menjadi anggota DPR RI tiga priode sampai sekarang. Namun berhenti setelah diangkat jadi Menteri Perindustrian oleh Presiden Joko Widodo pada Juli 2016 menggantikan Saleh Husin.

"Airlangga harus diberi kebebasan menentukan kabinetnya. Terutama penujukkan figur yang bakal jadi Sekjen. Hendaknya Airlangga jangan diintervensi. Oleh siapapun juga," tegas Bintang.

Menurutnya Airlangga perlu figur seorang Sekjen yang dikenal oleh semua kader dan yang mengetahui secara paripurna karakter Golkar.

"Dan terpenting haruslah orang kepercayaan Airlangga sendiri. Supaya 'jangan ada dusta diantara kita'," kata Bintang menutup komentarnya. [rus]

Populer

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Harga Tiket Mahal, Jakarta Fair Bukan Lagi Pesta Rakyat

Senin, 15 Juni 2026 | 02:37

OTT Lanjutan KPK Tangkap 5 Pegawai BPK

Rabu, 10 Juni 2026 | 17:09

Kasus MBG Melebar, Tersangka Sebut 30 Tokoh Besar Terlibat

Sabtu, 06 Juni 2026 | 23:39

Ganti Rugi Lahan Belum Tuntas, Warga Medan Polisikan Developer

Minggu, 07 Juni 2026 | 01:40

iPhone Raffi Ahmad Dikirim dari AS Tanpa Disebut dalam Dokumen

Selasa, 09 Juni 2026 | 00:01

UPDATE

Membaca Manuver Gibran Terima Mahasiswa Pendemo

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:23

Bamus Betawi Siapkan Program Strategis Menuju Lima Abad Jakarta

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:18

BEM Bersatu Ungkap Tiyo Ardianto Dekat dengan Jaringan PDIP dan Eks Timses Ganjar

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:08

Nasabah BRImo Bisa Beli Reksa Dana USD Batavia

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:04

BEM Bersatu: Mobil Tiyo Ardianto Diduga Milik Besan Andhika Perkasa

Rabu, 17 Juni 2026 | 00:01

Tahun Baru Tanpa Kembang Api

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:30

Haikal Hassan Dianugerahi Gelar Profesor Kehormatan dari Silla University Korsel

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:14

Rp35 Triliun Anggaran MBG Berubah Jadi Sampah

Selasa, 16 Juni 2026 | 23:00

Kemensos Genjot Sentra Terpadu jadi Pusat Pemberdayaan Masyarakat

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:57

Pola Kenaikan Tidak Biasa Kekayaan Menko Pangan Zulkifli Hasan

Selasa, 16 Juni 2026 | 22:43

Selengkapnya