Berita

Dunia

Kim Jong Un Cetak Koin Emas untuk Mengenang Neneknya

MINGGU, 24 DESEMBER 2017 | 19:49 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Republik Rakyat Demokratik Korea atau Korea Utara akan mencetak koin emas untuk mengenang seratus tahun tokoh pejuang wanita Korea, Kim Jong Suk.

Lahir pada 24 Desember 1917, Kim Jong Suk adalah istri Kim Il Sung, ibu Kim Jong Il dan nenek pemimpin tertinggi Korea Utara Kim Jong Un.

Keputusan mencetak koin untuk mengenang Kim Jong Suk disampaikan Presidium Majelis Tertinggi Rakyat Korea pada 11 Desember lalu. Selain berupa koin emas, pemerintah Korea Utara juga akan mencetak koin perak.


Potret Kim Jong Suk yang mengenakan seragam militer akan ditempatkan di bagian muka koin itu. Disertai tulisan "Kelahiran Pahlawan Perang Anti Jepang Kamerad Kim Jong Suk" di atasnya dan tulisan tahun 1917-2017 di bawah.

Di kanan dan kiri bawah ada semacam untaian dedaunan, dan seratus titik yang mengelilingi.

Sementara di bagian belakang koin digambar relief rumah kelahiran Kim Jong Suk di Hoeryong, di kaki Gunung Paektu, dengan latar belakang ukiran cahaya.  

Tertulis di atas relief itu Bank Pusat RDRK sementara di bawah tertulis Juche 106 (2017).

Koin emas akan dicetak dengan dimensi diameter 35 mm dan ketebalan 2 mm. Sementara koin perak dicetak dengan dimensi diameter 40 mm dan ketebalan 3 mm. [dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya