Berita

Politik

Catatan Golkar Untuk Anies-Sandi Dalam Menata Tanah Abang

MINGGU, 24 DESEMBER 2017 | 18:19 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Partai Golkar DKI Jakarta menaruh apresiasi tinggi kepada Pemprov DKI atas upaya-upaya dan kebijakan yang diambil dalam menata Pasar Tanah Abang.

Meski begitu, Golkar memberikan sejumlah catatan untuk dipertimbangkan karena pilihan yang diambil dalam upaya membereskan sengkarut di pusat grosir terbesar di Asia Tenggara itu meninggalkan persoalan dan ketidakpuasan sejumlah pihak.

"Pertama, kepentingan umum harus diletakkan di atas kepentingan pedagang. Seperti, jalan raya adalah untuk kepentingan umum. Sebaiknya Pemda bersikap tegas bahwa jalan umum tidak boleh dipakai untuk jualan. Fungsikanlah fasilitas publik tersebut sesuai peruntukannya," kata Ketua DPD Golkar DKI Fayakhun Andriadi kepada wartawan, Minggu (24/12).


Kedua, kepentingan pedagang yang sudah berjualan di kios-kios atau ruko-ruko resmi yang disiapkan Pemda harus didengar oleh Pemda. Jangan sampai, suara mereka diabaikan hanya karena membela pedagang kaki lima.

"Masih banyak area legal yang bisa dicari PKL untuk berjualan mencari rezeki, sementara penyewa kios berdagang di kios yang telah disediakan. Kios resmi Tanah Abang termasuk termahal di Indonesia. Pemda harus melindungi dan memberikan kepastian investasi kepada pedagang di kios resmi," jelas Fayakhun.

Ketiga, Anies-Sandi tak perlu alergi meniru pendekatan dan kebijakan yang dipakai kepemimpinan sebelumnya, sekiranya efektif dalam menata pasar Tanah Abang. Fayakhun mengingatkan, yang dinilai oleh masyarakat adalah hasil dari kebijakan tersebut.

"Kalau penataan Tanah Abang beres di masa kepemimpinan Anies-Sandi, maka poinnya tetap untuk mereka walaupun cara atau pendekatan yang dipakai sudah dipraktekkan oleh pendahulunya," kata Fayakhun.

Pertimbangan-pertimbangan ini disampaikan karena dalam amatan Fayakhun, duet Anies-Sandi seperti menghadapi dilema memakan buah simalakama dalam menata Tanah Abang. Pilihan yang diambil meninggalkan persoalan dan ketidakpuasan beberapa pihak.

Terkait kebijakan membangun tenda bagi PKL di jalan raya, pihak pertama yang teriak adalah pengusaha cargo. Jalan yang dipakai untuk kepentingan PKL menutup jalur bongkar muat mereka selama ini. Kebijakan pemda yang membangun tenda berjualan bagi PKL menyebabkan bisnis bongkar muat mereka mati mendadak atau terganggu secara signifikan yang menyebabkan mereka mengalami kerugian puluhan juta rupiah setiap hari.

Pihak kedua yang merasa dirugikan adalah pedagang yang menempati Blok G. Mereka adalah pedagang legal yang selama ini bayar pajak, menempati tempat yang tida mengganggu kepentingan siapapun. Sekarang mereka menjadi pihak yang dirugikan oleh karena Pemda DKI membela kepentingan PKL yang nota bene menempati area jalan publik untuk berjualan.

"Kami tegaskan bahwa Partai Golkar Jakarta akan selalu menjadi mitra Pemda dalam memajukan DKI Jakarta untuk kesejahteraan warga dan kemajuan ibu kota," demikian Fayakhun. [wah]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya