Berita

Politik

RR: Saya Ingin Mengubah Indonesia Lebih Hebat

SABTU, 23 DESEMBER 2017 | 14:40 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Ekonom senior dan tokoh perubahan Dr Rizal Ramli merasa terpanggil untuk ikut mengubah Indonesia menjadi lebih hebat lagi. Hal ini disampaikan RR di Tawangmangu, Karanganyar, Jawa Tengah.

"Saya ingin mengubah Indonesia yang lebih hebat," kata Rizal Ramli, Jumat (22/12) dalam acara Rakernas Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

Dalam acara tersebut RR yang dikenal dengan jurus "Rajawali Ngepret" dan "Rajawali Bangkit" dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Pelindung APKLI.


Dalam pidato di Rakernas, RR mengatakan, stagnasi ekonomi Indonesia yang terjadi beberapa tahun ini bisa diperbaiki asalkan ada niat dan komitmen dari para pemangku kebijakan. Perubahan sangat bisa dilakukan. RR sendiri sudah membuktikan ketika menjabat Menko Perekonomian di era Pemerintahan Presiden Gus Dur tahun 2001.

Saat itu tim ekonomi Gus Dur menaikkan pertumbuhan ekonomi dari minus 3 persen menjadi 4,5 persen hanya dalam waktu 21 bulan. Harga pangan stabil dan tanpa impor pangan hampir selama dua tahun, juga menggenjot ekspor hingga pada masa itu ekspor Indonesia terus mengalami kenaikan. Sementara sektor properti diselamatkan dengan merestrukturisasi seluruh kredit properti di Indonesia.

Tim ekonomi yang dipimpin RR juga mampu menaikkan daya beli rakyat yang anjlok, salah satu caranya dengan menaikkan gaji pegawai negeri sipil hampir 128 persen selama kurun waktu  21 bulan pemerintahan Gus Dur. Daya beli rakyat akibatnya meningkat dua kali lipat dan ekonomi kembali membaik.

Untuk menaikkan pertumbuhan ekonomi, semuanya dilakukan RR dengan tidak menggunakan pendekatan ekonomi ala Bank Dunia seperti kebijakan austerity atau pengetatan. Bukan pula dengan menggunakan pandangan ekonomi yang mengatakan "jika ingin ekonomi meningkat, maka utang harus meningkat". [dem]

Populer

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Nama Raffi Ahmad Muncul di Sidang Blueray Cargo, Pengacara Minta Pemeriksaan Menyeluruh

Minggu, 07 Juni 2026 | 21:11

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Jaksa KPK Ungkap Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama Terima Rp3 M per Bulan

Jumat, 12 Juni 2026 | 18:11

Dadan Hindayana Kena Batunya

Rabu, 03 Juni 2026 | 01:04

UPDATE

Koreksi Tata-Kelola MBG: Ekspektasi Publik dan Komitmen Presiden

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:56

Bank Dunia Soroti Penyusutan Jumlah Pekerja Kelas Menengah RI

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:30

Literasi Perpajakan Diharapkan jadi Jantung Kepercayaan Masyarakat

Minggu, 14 Juni 2026 | 01:04

Menkomdigi: Aksi Damai dan Ruang Digital Sehat Harus Dijaga

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:40

Pesan Arief Budiman di Balik #SellIndonesia Lawan #SellSingapura

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:20

MUI Dorong Fatwa Perlindungan Al-Quds dari Upaya Yahudinisasi Israel

Minggu, 14 Juni 2026 | 00:05

Pembelaan Terakhir John Field Cs: Kami Tidak Lari dan Hilangkan Bukti

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:41

Legislator PDIP Sebut Kenaikan BBM Ancam Daya Beli Kelas Menengah

Sabtu, 13 Juni 2026 | 23:14

Golkar: Mahasiswa Punya Hak untuk Menyampaikan Pendapat

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:52

Gagalkan Peredaran Ribuan Pil Terlarang, Satu Pengedar Ditangkap di Blora

Sabtu, 13 Juni 2026 | 22:27

Selengkapnya