Berita

Politik

Turunkan Harga, Pecat Tim Ekonomi!

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 17:41 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

. Aktivis Perhimpunan Masyarakat Madani (Prima) kembali turun ke jalan. Demonstrasi di depan Istana Negara hari Jumat ini (22/12) menyikapi kenaikan berbagai harga kebutuhan menjelang pergantian tahun.

"Kenaikan harga-harga ini makin menyuramkan prospek ekonomi Indonesia yang selama 3 tahun berturut-turut hanya mampu mencetak pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen. Padahal di awal pemerintahan dulu, Presiden Jokowi menjanjikan ekonomi akan melesat tinggi. Namun kenyataannya saat ini yang melesat tinggi adalah harga tabung gas 3 kg dan harga telur," kata Ketua Presidium PRIMA, Sya’roni.

Sya'roni menyerukan agar dilakukan evaluasi total terhadap tim ekonomi karena mereka terbukti gagal membawa perubahan untuk rakyat. Menjelang akhir tahun, kata dia, rakyat dikagetkan dengan melambungnya berbagai harga kebutuhan. Kenaikan yang mencolok terjadi pada tabung gas 3 kg dan telur.


Tabung gas 3 kg melonjak hingga Rp 35.000, padahal sebelumnya hanya Rp 20.000 di tingkat eceran. Telur naik dari Rp 18.000 per kg menjadi Rp 25.000 per kg. Sejumlah komoditi lainnya, seperti ayam misalnya, juga mengalami kenaikan meskipun tidak signifikan.

"Turunkan harga-harga. Pecat tim ekonomi; Darmin Nasution, Sri Mulyani, Rini Soemarno dan lain-lainnya karena gagal mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang melesat tinggi sebagaimana sesumbar presiden. Pecat direksi Pertamina karena turut bertanggung jawab atas langkanya gas melon sehingga menyebabkan harganya melambung. Segera lakukan oprasi pasar sebanyak-banyaknya untuk mengembalikan harga kembali normal," kata Sya'roni menyampaikan tuntutan.[dem]

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Kapolri Diminta Turun Tangan terkait Kasus Temuan Senpi di Bekasi

Sabtu, 04 April 2026 | 02:17

Oknum Guru Diduga Tilep Rp1,1 Miliar dengan Modus Tukar Uang Lebaran

Sabtu, 04 April 2026 | 02:23

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

UPDATE

DPR Tak Setuju Skema War Tiket Haji Meski Masih Wacana

Minggu, 12 April 2026 | 14:01

PM Carney Tegas Akhiri Ketergantungan Militer Kanada pada AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:52

Pemerintah Tak Perlu Reaktif Respons Usulan JK

Minggu, 12 April 2026 | 13:40

Pembicaraan Damai di Pakistan Gagal Capai Kesepakatan, GREAT Institute: Buah dari Inkonsistensi AS

Minggu, 12 April 2026 | 13:34

Pengawasan Kasus Hukum oleh DPR Bukan Intervensi

Minggu, 12 April 2026 | 13:11

Negosiasi 21 Jam Gagal, Iran Sebut Tuntutan AS Tak Masuk Akal

Minggu, 12 April 2026 | 13:08

Perundingan Damai Iran dan AS Berakhir Tanpa Hasil

Minggu, 12 April 2026 | 12:26

Hasan Nasbi Sebut Pernyataan Saiful Mujani Ajakan Jatuhkan Pemerintah

Minggu, 12 April 2026 | 12:23

Prabowo Harus Singkirkan Menteri Titipan Era Jokowi

Minggu, 12 April 2026 | 12:15

Seluruh Elemen Pemerintahan Jangan Menunda Kepindahan ke IKN

Minggu, 12 April 2026 | 12:01

Selengkapnya