Berita

Nusantara

SKPD Telat Ajukan Lelang Bikin Pembangunan Jakarta Terhambat

JUMAT, 22 DESEMBER 2017 | 04:12 WIB | LAPORAN: ADE MULYANA

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemprov DKI Jakarta diharapkan tidak mengulur-ulur waktu untuk mengajukan dokumen lelang ke Badan Pelayanan Pengadaan Barang dan Jasa (BPPBJ). Pasalnya, keterlambatan pengajuan lelang bakal berimbas dengan terhambatnya pembangunan ibukota.

Agar kondisi ini tidak berlarut-larut, BPPBJ DKI Jakarta bersurat ke Gubernur Anies Baswedan untuk menggebrak para SKPD yang lamban.

"Kami sudah melayangkan surat permohonan kepada gubernur untuk memerintahkan SKPD lebih proaktif mengajukan permohonan lelang  BPPBJ agar pembangunan berjalan sesuai target," kata Ketua Kelompok Kerja Rehab Berat BPPBJ DKI Jakarta, Firman, Kamis (21/12).


Firman mengatakan, selain bermohon kepada gubernur, Kepala BPPBJ Indrastuty Rosari Okita juga sudah melayangkan surat kepada SKPD untuk sesegera mungkin mengajukan permohonan lelang agar BPPBJ bisa secepatnya menayangkan iklan ke publik. Contohnya proyek tahun 2018, terutama yang nilainya besar mestinya saat ini sudah masuk namun ternyata masih sangat minim.

Sementara itu banyak pihak yang menuding BPPBJ yang salah, padahal yang salah adalah pengguna anggaran yang tak kunjung mengajukan permohonan.

"Kalau dokumen lengkap, paling lama dua hari permohonan lelang akan langsung tayang di LPSE dan diharapkan dapat segera menemukan pemenangnya," papar Firman sambil mengingatkan jangan sampai banyaknya kasus gagal atau molor proyek tahun ini terulang lagi pada tahun depan.

Firman mencontohkan sejumlah proyek besar yang melenceng dari target akibat dari leletnya permohonan terjadi pada sejumlah SKPD yang punya proyek besar.

Sebelumnya Sekda DKI Saefullah sudah menyurati SKPD untuk segera ajukan permohonan ke BPPBJ namun tak juga ditindaklanjuti secara maksimal.

Contoh beberapa proyek yang molor dari target antara lain pembangunan 11 rusun, rehab total 16 gedung sekolah, pembangunan gedung baru RS Tarakan, sejumlah pembangunan fly over dan underpass, serta  masih banyak lagi lainnya.

Begitu pula permohonan lelang proyek pengadaan makan bagi penghuni panti hingga sekarang juga masuk,  sehingga ada pihak menyalahkan BPPBJ karena tahun depan para penghuni panti bakal kelaparan karena lelang tak kunjung diproses. Hal ini terjadi lantaran adanya perubahan harga untuk kebutuhan rangsum tahun 2018.

"Sebelumnya kebutuhan rangsum per hari ditetapkan Rp 25 ribu/orang, namun untuk tahun depan berdasarkan kesepakatan dengan DPRD dinaikkan jadi Rp 40 ribu. Nah, perubahan nilai ini tak direspon dengan baik oleh SKPD sehingga proyek terancam molor," kata Firman.

Tindakan yang dilakukan BPPBJ dengan meminta bantuan Gubernur maupun menyurati atau menelpon SKPD, kata Firman, merupakan langkah jemput bola untuk menggugah pengguna anggaran agar cepat memprosesnya.

"Sepanjang tahun 2017, BPPBJ telah melayani publikasi lelang sekitar 2.000 paket dengan nilai sebesar Rp 9 triliun," tandas dia.[dem] 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Usai Dilantik, Jumhur Tegaskan Status Hukum Bersih dari Vonis 10 Bulan

Senin, 27 April 2026 | 21:08

UPDATE

Pantura Jawa Penyumbang 23-27 Persen PDB Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:19

Dari Riau, Menteri LH Dorong Green Policing Go Nasional

Senin, 04 Mei 2026 | 16:18

Purbaya Jawab Santai Sambil 'Geal-Geol' Diisukan Ambruk dan Mau Dipecat

Senin, 04 Mei 2026 | 16:05

Maritim Indonesia di Persimpangan AI

Senin, 04 Mei 2026 | 15:34

BPJS Kesehatan Siap Bangun Kantor Layanan di IKN

Senin, 04 Mei 2026 | 15:32

Imigrasi Tangkap WNA Terlibat Prostitusi Online di Bali

Senin, 04 Mei 2026 | 15:27

Keberpihakan Prabowo ke Ojol Perkuat Keadilan Ekonomi

Senin, 04 Mei 2026 | 15:26

Ade Kunang dan Sang Ayah Didakwa Terima Suap Rp12,4 Miliar

Senin, 04 Mei 2026 | 15:17

Giant Sea Wall Pantura Digarap 20 Tahun, Libatkan Investor dan 23 Kementerian

Senin, 04 Mei 2026 | 14:50

OPEC+ Umumkan Kenaikan Produksi Setelah Ditinggal UEA

Senin, 04 Mei 2026 | 14:45

Selengkapnya