Berita

Menteri Siti/KLHK

Bisnis

Menteri Siti Beri Penghargaan Terhadap 1819 Perusahaan Yang Terapkan Ekonomi Hijau

SENIN, 18 DESEMBER 2017 | 15:30 WIB | LAPORAN: ALDI GULTOM

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar mengganjar penghargaan terhadap 1819 perusahaan yang telah menerapkan prinsip ekonomi hijau. Penghargaan ini merupakan bagian dari Program Penilaan Peringat Kinerja Perusahaan atau Proper KLHK.

Sepanjang tahun 2017 ini, hasil penilaian menunjukkan tingkat ketaatan perusahaan terhadap peraturan lingkungan hidup mencapai 92% atau meningkat 7% dari tahun sebelumnya.

Siti menjelaskan, dari upaya efisiensi energi telah berhasil dilakukan penghematan sebesar 230.619.485 Giga Joule. Upaya Efisiensi air telah berhasil dilakukan penghematan sebesar 492.087.329 m3. Upaya penurunan emisi telah menghasilkan penurunan emisi sebesar 75.663.410 ton CO2Eq. Penurunan beban air limbah telah berhasil dilakukan penghematan 535.490.039 ton. Penurunan emisi konvensional telah berhasil dilakukan penurunan sebesar 135.159.368 ton.


Sementara untuk reduksi limbah padat non B3 telah berhasil dilakukan reduksi sebesar 11.557.439 ton. Reduksi limbah B3 telah berhasil dilakukan reduksi sebanyak 13.610.719 ton. Menurut Siti, dana yang bergulir di masyarakat melalui Program CSR sebesar Rp. 7.308.617.000.000.

"Dari seluruh upaya tersebut bila dilakukan penilaian nominal uang dalam bentuk rupiah secara total berhasil dilakukan penghematan sebesar Rp. 53,076 triliun," ujar Siti usai memberi penghargaan Proper 2017 di Kantor Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla, Jakarta Pusat, Senin (18/12).

Menurutnya, hasil tersebut tidak terlepas dari inovasi yang dilakukan oleh dunia usaha. Pada tahun 2015 tercatat 151 inovasi, 2016 sebesar 260 inovasi dan tahun ini tercatat 401 inovasi, atau meningkat 65% dari tahun sebelumnya.

"Dari inovasi-inovasi tersebut 42 inovasi telah memperoleh hak paten," sambungnya.

Siti menambahkan, berdasarkan hasil evaluasi terhadap 1819 perusahaan, ditetapkan kategori peringkat kinerja perusahaan pada Proper periode 2016-2017, yakni Hitam 1 Perusahaan, Merah 130 Perusahaan, Biru 1486 Perusahaan, Hijau 150 Perusahaan, Emas 19 Perusahaan.

"Sementara 33 perusahaan perusahaan lainnya tidak diumumkan peringkatnya dikarenakan sedang menjalani proses penegakan hukum,  dalam tahap pemulihan lahan terkontaminasi dan tak beroperasi," demikian Siti. [san]

Populer

Kasi Intel-Pidsus Kejari Ponorogo Terseret Kasus Korupsi Bupati Sugiri

Rabu, 21 Januari 2026 | 14:15

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Enam Pengusaha Muda Berebut Kursi Ketum HIPMI, Siapa Saja?

Kamis, 22 Januari 2026 | 13:37

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

Eggi Sudjana Kerjain Balik Jokowi

Selasa, 20 Januari 2026 | 15:27

UPDATE

Energi Bersih Semakin Diminati Sektor Industri dan Bisnis

Jumat, 23 Januari 2026 | 20:09

Relawan Bara JP Hapus Nama Jokowi

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:52

Pengelola Apartemen Jakarta Utara Bantu Polisi Putus Rantai Peredaran Narkoba

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:24

Produk Warga Binaan Didorong Masuk Kopdes Merah Putih

Jumat, 23 Januari 2026 | 19:01

Wamenkomdigi Tegaskan Jaringan di Sumbar dan Sumut Hampir Pulih 100 Persen

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:52

Sinergi untuk Akselerasi, Bank Mandiri Dorong Penguatan Ekonomi Kerakyatan dan UMKM

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:45

Raja Maroko Puji Soliditas Nasional di Piala Afrika 2025

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:27

Iran Batasi Akses Internet demi Putus Komando Teroris Asing ke Perusuh

Jumat, 23 Januari 2026 | 18:05

Kasus Kuota Haji: Dito Ariotedjo Ungkap hanya Ditanya Satu Pertanyaan Soal Fuad Hasan

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:59

Kongres XXII: Sujahri-Amir Tidak Sah Pimpin GMNI

Jumat, 23 Januari 2026 | 17:43

Selengkapnya